KONFLIK ISRAEL-IRAN
2 menit membaca
Iran: Selat Hormuz tetap ditutup hingga AS penuhi syarat Teheran
Iran menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga Amerika Serikat memenuhi persyaratan Teheran, termasuk menghentikan tindakan yang dianggap bermusuhan dan mematuhi kesepakatan damai.
Iran: Selat Hormuz tetap ditutup hingga AS penuhi syarat Teheran
Iran menyatakan aksi militer AS yang terus berlanjut tidak akan memaksa mereka membuka kembali jalur air tersebut. / Reuters Archive

Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat menerima syarat-syarat yang diajukan Teheran untuk membuka kembali jalur perairan strategis tersebut.

Mengutip laporan Mehr News Agency, juru bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akrami-Nia pada Rabu mengatakan kendali atas Selat Hormuz harus berada di bawah otoritas Iran sebelum jalur itu dapat dibuka kembali.

Ia mengatakan Washington harus mematuhi ketentuan dalam kerangka perjanjian damai yang disepakati bulan lalu, menghentikan apa yang disebutnya sebagai tindakan bermusuhan, serta menerima aturan Iran terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Akrami-Nia menambahkan bahwa aksi militer Amerika Serikat tidak akan memaksa Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis dini hari menyatakan operasi mereka saat ini difokuskan untuk menghancurkan infrastruktur ofensif milik Amerika Serikat di kawasan. IRGC juga menegaskan akan ada fase lanjutan dalam operasi tersebut.

Juru bicara IRGC Hossein Mohebbi menulis di platform media sosial X bahwa pihak yang disebutnya sebagai "musuh" tidak boleh berasumsi dapat mempertahankan jalannya pertempuran saat ini atau mengubah konflik menjadi perang berkepanjangan.

Ia mengatakan operasi Iran saat ini berfokus pada penghancuran infrastruktur ofensif Amerika Serikat di kawasan, dan tahap berikutnya akan dimulai setelah target tersebut tercapai.

Serangan baru

Pernyataan itu disampaikan setelah serangkaian ledakan kembali dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Iran, ketika Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan tambahan ke wilayah Iran.

CENTCOM menyatakan serangan tersebut menargetkan kemampuan militer Iran yang dinilai berkaitan dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan global.

Serangan terbaru itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz. Pasukan AS terus melancarkan serangan ke Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di kawasan, meski sebelumnya kedua pihak telah mencapai kerangka kesepakatan yang dimediasi Pakistan sebagai langkah menuju penyelesaian konflik secara permanen.

SUMBER:TRT World & Agencies