Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia akan mencabut sanksi CAATSA terhadap Türkiye.
“Kami akan mencabut sanksi itu. Sudah waktunya melakukannya… kita tidak ingin menjatuhkan sanksi kepada teman. Ini sangat sederhana,” kata Trump kepada wartawan sebelum pembicaraan tertutup dengan Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan di Ankara menjelang KTT NATO 2026.
Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) adalah undang-undang AS 2017 yang dirancang untuk menghentikan transaksi besar dengan sektor pertahanan dan intelijen Rusia.
Pada Desember 2020, AS menjatuhkan sanksi terhadap Türkiye di bawah CAATSA atas pembelian sistem pertahanan udara Rusia S-400 oleh Türkiye.
Apa saja sanksinya?
Perlu dicatat bahwa sanksi AS di bawah CAATSA tidak pernah menargetkan angkatan bersenjata Türkiye atau ekonomi Türkiye secara luas.
Sebaliknya, sanksi ini menargetkan Presidency of Defence Industries (SSB) — badan pemerintah yang bertanggung jawab mengelola industri pertahanan nasional, pengadaan teknologi militer, dan modernisasi militer Türkiye — beserta beberapa pejabat senior.
Sanksi tersebut juga mengakibatkan larangan pemberian lisensi dan otorisasi ekspor AS kepada SSB.
Demikian pula, sanksi ini membatasi lembaga keuangan AS untuk memberikan pinjaman atau kredit kepada SSB yang melebihi $10 juta dalam periode 12 bulan.
Sanksi juga mencakup larangan bantuan dari US Export-Import Bank untuk ekspor kepada SSB.
Mereka mengharuskan otoritas AS untuk menentang pinjaman dari lembaga keuangan internasional yang dapat menguntungkan SSB.
Pembatasan visa juga dikenakan pada pejabat yang namanya disebut.
Langkah-langkah ini menyusul keluarnya Türkiye dari program jet tempur F-35 pada 2019.
Türkiye secara konsisten menyatakan bahwa perolehan sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 dari Rusia adalah keputusan kedaulatan untuk memperkuat pertahanan udaranya.
Pejabat Türkiye mengecam sanksi itu sebagai tidak adil dan serangan terang-terangan terhadap kedaulatan nasional, dengan mencatat bahwa sanksi tersebut sebagian berasal dari tekanan lobi alih-alih kekhawatiran keamanan yang sejati.
Tidak mengherankan, pembatasan itu justru mempercepat dorongan Türkiye untuk mengembangkan industrinya di bidang pertahanan.
Dengan lebih dari 500 perusahaan yang aktif di sektor pertahanan dan kedirgantaraan serta sistem udara nirawak kelas dunia yang sudah diproduksi, Ankara mengubah tantangan itu menjadi peluang untuk mengurangi ketergantungan pada sumber eksternal untuk kebutuhan peralatan militernya.
Bagaimana pencabutan sanksi akan membantu Ankara?
Para analis mengatakan bahwa pencabutan sanksi ini akan memberikan manfaat substansial bagi Türkiye dalam hal strategis, ekonomi, dan teknologi.
Pertama, hal ini akan memungkinkan reintegrasi Türkiye ke dalam program F-35.
Keberatan AS adalah bahwa penggunaan sistem S-400 Rusia oleh Türkiye dapat membahayakan jet tempur buatan AS, menjadikannya tidak kompatibel dengan sistem NATO.
Namun, Türkiye berpendapat bahwa tidak ada konflik antara kedua sistem tersebut, sambil mengusulkan pembentukan komisi untuk mempelajari masalah ini.
Pencabutan sanksi akan memungkinkan Ankara memperoleh jet-jet canggih ini, yang membantu memodernisasi Angkatan Udara Türkiye dengan kapabilitas generasi kelima.
Kedua, penghapusan pembatasan terhadap SSB akan membuka jalan baru bagi kerja sama pertahanan Ankara dengan AS.
Türkiye akan mendapatkan kembali akses ke lisensi ekspor AS dan dukungan pembiayaan. Hal ini akan memfasilitasi pengadaan militer tambahan, transfer teknologi, dan proyek bersama.
Ketiga, mengakhiri sanksi CAATSA akan menghapus sumber ketegangan utama dalam hubungan AS-Türkiye, membuka jalan bagi kerja sama strategis yang lebih mendalam.
Selain itu, mengakhiri kebuntuan ini akan memperkuat bukan hanya Türkiye tetapi juga NATO secara keseluruhan.




















