Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/7) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan bahwa gempa terjadi pada pukul 20.46 WIB. Hasil analisis terbaru mencatat kekuatan gempa sebesar magnitudo 5,1 dengan kedalaman 21 kilometer. Episenter berada di laut pada koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur, sekitar 37 kilometer di timur laut Buol, Sulawesi Tengah.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian pernyataan BMKG.
Sejauh ini, satu korban jiwa dilaporkan akibat gempa tersebut. Kepala BPBD Buol Moh Khacfy Mardjun mengatakan seorang pasien di rumah sakit daerah meninggal dunia saat proses evakuasi berlangsung.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar berupa kombinasi naik dan geser (oblique thrust).
Berdasarkan peta guncangan, intensitas IV MMI dirasakan di Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol. Sementara itu, wilayah Kota Parigi, Kota Marisa, dan Kota Tilamuta mengalami guncangan dengan intensitas III MMI.
Hingga pukul 21.05 WIB, BMKG menyatakan belum mendeteksi adanya gempa susulan.
Lembaga tersebut mengimbau masyarakat agar tetap tenang, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa. BMKG juga meminta masyarakat hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi lembaga tersebut.



















