DUNIA
2 menit membaca
Kemlu siapkan revitalisasi museum Konferensi Asia-Afrika, fokus pada digitalisasi arsip
Proyek tersebut juga mencakup pengembangan kawasan cagar budaya yang menghubungkan sejumlah lokasi bersejarah terkait penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 1955.
Kemlu siapkan revitalisasi museum Konferensi Asia-Afrika, fokus pada digitalisasi arsip
Museum Konperensi Asia Afrika diresmikan berdirinya oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 24 April 1980. / Dok. Kemlu RI

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tengah menyusun rencana revitalisasi Museum Konferensi Asia-Afrika (MKAA) di Bandung, Jawa Barat, termasuk menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara sahabat untuk pelestarian dan digitalisasi arsip bersejarah Konferensi Asia-Afrika 1955.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan kementerian saat ini sedang menyiapkan master plan pengembangan kawasan bersejarah Konferensi Asia-Afrika yang mencakup revitalisasi museum beserta ekosistemnya.

"Kementerian Luar Negeri RI saat ini sedang dalam tahap persiapan pengembangan master plan terkait Kawasan Sejarah Konferensi Asia-Afrika," ujar Yvonne dalam keterangan pers, Kamis (9/7).

Menurutnya, kerja sama dengan berbagai negara sahabat sedang dijajaki untuk mendukung preservasi, digitalisasi, serta pemanfaatan arsip dan koleksi Konferensi Asia-Afrika dari berbagai negara peserta. Proyek tersebut juga mencakup pengembangan kawasan cagar budaya yang menghubungkan sejumlah lokasi bersejarah terkait penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 1955.

Yvonne menegaskan revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga warisan sejarah dan nilai-nilai yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika.

"Rencana pengembangan kawasan sejarah ini merupakan upaya nyata kita dari Kementerian Luar Negeri untuk melestarikan Semangat Bandung dan nilai-nilai dari Konferensi Asia-Afrika," katanya.

Digitalisasi arsip

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Heru Subolo melakukan kunjungan ke Jepang pada 17–19 Juni 2026. Dalam lawatan itu, ia bertemu dengan Kementerian Luar Negeri Jepang, Japan Foundation (JF), National Archives of Japan (NAJ), dan Japan Center for Asian Historical Records (JACAR) untuk membahas peluang kerja sama di bidang sosial budaya dan pengembangan kawasan bersejarah MKAA.

Heru mengatakan NAJ dan JACAR menyambut baik rencana kolaborasi dengan Indonesia, khususnya dalam preservasi, digitalisasi, dan pemanfaatan arsip Konferensi Asia-Afrika untuk kepentingan penelitian, pendidikan, dan diplomasi publik.

Sementara itu, Kepala Museum KAA Noviasari Rustam menyebut Jepang juga menyatakan kesiapan mendukung pengembangan kapasitas museum, termasuk peningkatan sumber daya manusia serta perluasan akses informasi bagi pengunjung internasional.

Selain bekerja sama dengan NAJ dan JACAR untuk digitalisasi arsip, Museum KAA juga menjajaki kerja sama teknis dengan Tokyo National Museum, termasuk pertukaran keahlian dalam pengelolaan program keterlibatan publik.

TerkaitTRT Indonesia - Kemendikbud revitalisasi 152 cagar budaya dan museum sepanjang 2025


SUMBER:TRT Indonesia