Rusia mengeklaim telah mencegat 376 drone Ukraina dalam semalam. Serangan tersebut memicu kebakaran hebat di beberapa kilang minyak dan depot penyimpanan bahan bakar di wilayah Rusia selatan.
Ukraina terus meningkatkan intensitas serangannya dalam beberapa bulan terakhir guna melumpuhkan kemampuan finansial Moskow dalam mendanai perang. Target utamanya adalah infrastruktur energi, sebagai bentuk balasan atas serangan-serangan yang diluncurkan Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia melalui platform media sosial Max menyatakan bahwa unit pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah pesawat nirawak di berbagai wilayah negara, termasuk di kawasan ibu kota.
Pihak berwenang setempat melaporkan bahwa serangan drone tersebut memicu kebakaran di fasilitas minyak Rusia selatan. Puing-puing dari pesawat nirawak yang jatuh menyebabkan kebakaran di sebuah kilang minyak di Wilayah Krasnodar Krai, sementara kebakaran lainnya juga melanda dua fasilitas penyimpanan bensin di distrik Azov.
Markas operasional regional melalui saluran Telegram mengonfirmasi bahwa serpihan drone jatuh di sebuah kota di distrik Severskaya, Krasnodar Krai, yang merupakan lokasi kilang minyak Ilsky. Beberapa serpihan bahkan dilaporkan jatuh di halaman rumah warga.
Kilang minyak Ilsky, yang memiliki kapasitas produksi sekitar 138.000 barel per hari, sebelumnya sudah beberapa kali menjadi sasaran serangan.
Gubernur Rostov, Yury Slyusar, menyampaikan melalui Telegram bahwa petugas layanan darurat telah dikerahkan ke lokasi kejadian di Azov untuk menangani situasi tersebut.
Yury Slyusar juga menambahkan bahwa petugas damkar sedang berupaya memadamkan kobaran api di dua depot bahan bakar serta di pelabuhan laut Taganrog, wilayah Rostov.
Hingga saat ini, otoritas setempat melaporkan tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.
Rentetan serangan ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu mengakui bahwa negaranya tengah mengalami kelangkaan bahan bakar. Kondisi ini terjadi akibat serangan beruntun Ukraina yang menyasar sektor energi mereka.
Di sisi lain, Kyiv menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan yang setimpal atas aksi Moskow yang hampir setiap hari membombardir warga sipil dan infrastruktur energi Ukraina sejak invasi dimulai pada Februari 2022 lalu.






















