Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta melalui bagian komersialnya menyambut delegasi misi dagang industri keamanan dan teknologi maritim AS yang berkunjung ke Jakarta dan Surabaya. Kunjungan ini menjadi misi dagang pertama AS yang secara khusus berfokus pada sektor maritim di Indonesia.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Rabu (29/4), kunjungan tersebut mencerminkan meningkatnya kerja sama antara Amerika Serikat dan Indonesia di bidang keamanan maritim, infrastruktur, serta teknologi baru, sekaligus memperluas hubungan komersial di sektor tersebut.
Selama berada di Jakarta, delegasi AS melakukan pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan Indonesia, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Danantara Indonesia, serta TNI Angkatan Laut. Agenda juga mencakup pertemuan bisnis dengan perusahaan lokal, kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Priok, serta sesi jejaring yang melibatkan pemerintah, asosiasi maritim, BUMN, dan sektor swasta.
Di Surabaya, delegasi AS melanjutkan agenda dengan pertemuan di Konsulat Jenderal AS di Surabaya, kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Perak, serta diskusi dengan jajaran pimpinan TNI AL.
Chargé d’Affaires Kedutaan Besar AS di Jakarta, Peter M. Haymond, menyebut kunjungan ini sebagai upaya mempertemukan perusahaan teknologi maritim dan keamanan AS dengan mitra di Indonesia untuk mendorong prioritas bersama.
“Amerika Serikat berkomitmen menghadirkan solusi inovatif dan berkualitas tinggi serta bermitra dengan Indonesia untuk mendukung sektor maritim yang aman, tangguh, dan berorientasi masa depan,” ujar Haymond dalam sesi jaringan bisnis.
Delegasi AS terdiri dari sejumlah perusahaan, antara lain TMA BlueTech, Bardex Corporation, Flood Dynamics, Biospherical Instruments, DOLGO (dolgo.ai), HydroComp Inc., Otolith Technologies, dan Moffatt & Nichol. Melalui misi ini, mereka mengeksplorasi peluang kerja sama dengan mitra Indonesia di sektor ekonomi maritim.
Indonesia dipilih sebagai tujuan lanjutan setelah misi dagang maritim AS di Singapura yang digelar pada 20–24 April dalam rangka Singapore Maritime Week. Kunjungan ini juga disebut sebagai bagian dari komitmen AS untuk mendukung Indonesia dalam pengembangan kesadaran domain maritim, keamanan, dan infrastruktur.














