Indonesia menempatkan penguatan ketahanan ekonomi, pangan, dan energi sebagai prioritas utama dalam mendorong kemitraan ASEAN dengan Kanada di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Sikap ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam ASEAN-Canada Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, yang juga menjadi ajang penegasan arah kerja sama kawasan ke depan.
Dalam forum tersebut, Sugiono menekankan pentingnya percepatan penyelesaian ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA) tahun ini. Menurutnya, perjanjian tersebut krusial untuk memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk menjangkau pasar Amerika Utara.
“Penyelesaian ACAFTA tepat waktu menjadi prioritas,” ujarnya.

Selain perdagangan, Indonesia menyoroti ketahanan pangan sebagai fondasi kawasan yang tangguh. Kanada, sebagai produsen dan eksportir potash terbesar dunia—komponen penting pupuk—dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan pangan ASEAN.
Sugiono juga menilai keberadaan Indo-Pacific Agriculture and Agri-Food Office (IPAAO) di Asia Tenggara dapat dimanfaatkan untuk memperkuat produktivitas pertanian dan keberlanjutan rantai pasok.
Di sektor energi, Indonesia mendorong penguatan kolaborasi, terutama dalam transisi energi bersih. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan ASEAN–Canada Strategic Dialogue perdana pada Juni 2026 yang mengangkat isu keamanan energi sebagai pijakan awal kerja sama yang lebih mendalam.
Sugiono turut menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui pendekatan multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional. Ia juga mendorong penguatan peran generasi muda dalam agenda perdamaian melalui ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR).
“Kemitraan ASEAN dan Kanada harus menjadi bagian dari solusi untuk membangun kawasan yang lebih tangguh, sejahtera, dan damai,” katanya.
Pertemuan di Manila tersebut juga mengesahkan ASEAN-Canada Plan of Action 2026–2030 sebagai peta jalan kerja sama lima tahun ke depan, mencakup bidang politik-keamanan, ekonomi, serta sosial-budaya. ASEAN dan Kanada sendiri telah menjalin hubungan sejak 1977 dan akan menandai 50 tahun kemitraan pada tahun depan.





















