ASIA
2 menit membaca
Prabowo pastikan investasi besar-besaran untuk sektor pendidikan nasional
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan melakukan investasi besar-besaran di sektor pendidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat kebangkitan bangsa.
Prabowo pastikan investasi besar-besaran untuk sektor pendidikan nasional
Presiden Prabowo Subianto meninjau renovasi fasilitas pendidikan di SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan menggelontorkan investasi besar di sektor pendidikan, tidak hanya untuk perbaikan fisik sekolah, tetapi juga peningkatan fasilitas pembelajaran di seluruh Indonesia.

“Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa kita. Saya akan menaruh perhatian dan saya akan investasi besar-besaran di bidang pendidikan untuk masa depan bangsa kita semuanya. Setiap anak Indonesia harus dikasih pendidikan yang terbaik,” ujar Prabowo saat meninjau SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4), yang dipantau secara daring dari Jakarta.

Presiden menjelaskan pemerintah menargetkan sekitar 288 ribu sekolah akan selesai diperbaiki pada 2028 melalui program revitalisasi bertahap. Pada 2025, perbaikan ditargetkan menyasar 17 ribu sekolah, kemudian meningkat menjadi 70 ribu sekolah hingga akhir tahun ini. Selanjutnya, pemerintah menargetkan perbaikan 100 ribu sekolah pada 2027 hingga 2028.

Selain infrastruktur, pemerintah juga berencana memperkuat fasilitas pembelajaran dengan menghadirkan layar digital atau smart class board di setiap ruang kelas.

“Saat ini baru satu per sekolah, ada yang dua. Target kita masih tiga sampai empat per sekolah. Tahun ini kita perjuangkan tiga tambahan ke seluruh Indonesia,” kata Prabowo.

Menurutnya, sistem pembelajaran berbasis digital diharapkan dapat membuat proses belajar mengajar lebih interaktif serta memudahkan akses materi pelajaran yang bisa diulang oleh siswa maupun guru.

Prabowo juga menyebut rencana pengembangan pusat pembelajaran berbasis studio di Jakarta yang akan melibatkan guru-guru terbaik, termasuk pengajar bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Mandarin dengan penutur asli.

“Mulai dari SD kita ingin anak-anak kita bisa bahasa Inggris, Mandarin, dan beberapa bahasa asing,” ujarnya.

SUMBER:TRT Indonesia