Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa intensitas kunjungan luar negeri yang dilakukannya merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan diplomatik Indonesia di tengah situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.
Berbicara dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6), Prabowo menyebut kritik terhadap aktivitas luar negerinya sebagai hal yang wajar, mengingat pemimpin sebelumnya juga menghadapi sorotan serupa.
“Ada presiden seperti Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, dikritik. Sekarang saya sering ke luar negeri juga dikritik. Sebenarnya tidak ada masalah,” ujarnya.
Menurut Prabowo, langkah tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif yang menempatkan Indonesia sebagai negara non-blok di tengah rivalitas kekuatan global.

Ia menilai kondisi dunia saat ini semakin kompleks, dengan garis pertemanan dan konflik yang kian kabur. Dalam situasi tersebut, Indonesia memilih untuk tidak berpihak pada kekuatan tertentu, melainkan menjaga hubungan baik dengan semua pihak.
“Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” kata Prabowo, menegaskan pendekatan diplomasi yang inklusif.
Presiden juga menyoroti posisi strategis Indonesia di berbagai forum internasional, mulai dari ASEAN, G20, hingga BRICS, yang membuat peran Indonesia semakin diperhitungkan dalam percaturan global. Jaringan hubungan yang luas ini, menurutnya, menjadi modal penting untuk memperjuangkan kepentingan nasional.
Prabowo menambahkan, menjaga komunikasi dan hubungan dengan para pemimpin dunia merupakan konsekuensi dari peran tersebut. Ia bahkan menyebut memiliki hubungan baik dengan sejumlah pemimpin global, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kebijakan “bertetangga baik” menjadi fondasi dalam diplomasi Indonesia. Prinsip ini tidak hanya berlaku bagi negara-negara di kawasan, tetapi juga dalam hubungan dengan negara lain di seluruh dunia.
“Untuk membela kepentingan rakyat, kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah. Politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik,” ujarnya.










