BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
IHSG melemah tajam setelah MSCI hapus enam saham Indonesia dari indeks global
Tekanan terhadap pasar Indonesia muncul di tengah evaluasi MSCI terhadap reformasi pasar modal domestik. MSCI menyoroti persoalan transparansi dan struktur kepemilikan saham yang terkonsentrasi.
IHSG melemah tajam setelah MSCI hapus enam saham Indonesia dari indeks global
Sebanyak 357 saham tercatat melemah, sementara 225 saham menguat dan 382 lainnya stagnan. / Arsip AP

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Rabu setelah penyedia indeks global MSCI menghapus enam emiten Indonesia dari MSCI Global Standard Index dalam tinjauan kuartalan terbaru mereka.

Tekanan jual langsung menghantam pasar saham domestik sejak pembukaan perdagangan. IHSG dibuka turun lebih dari 1 persen ke level 6.763 dari penutupan sebelumnya di 6.858, lalu menurun hingga menyentuh kisaran 6.752.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan indeks sempat bergerak di rentang 6.727,60 hingga 6.787,35 pada sesi pagi. Sebanyak 357 saham tercatat melemah, sementara 225 saham menguat dan 382 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp3,34 triliun dengan volume perdagangan 10,75 miliar saham.

MSCI mengumumkan enam perusahaan Indonesia yang dikeluarkan dari indeks global standar, diantaranya Amman Mineral Internasional, Chandra Asri Pacific, Dian Swastatika Sentosa, Barito Renewables Energy, Petrindo Jaya Kreasi, dan Sumber Alfaria Trijaya.

Sementara itu, 13 perusahaan juga dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index, termasuk emiten tambang milik negara Aneka Tambang dan perusahaan properti Bumi Serpong Damai.

Kepala Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan kepada Reuters bahwa respons pasar masih dalam batas wajar dan tidak menunjukkan kepanikan investor.

“Reformasi yang lebih berani untuk memperkuat integritas pasar dan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia akan terus dilanjutkan dalam jangka menengah dan panjang,” katanya.

Reuters melaporkan mayoritas saham yang terdampak turun sekitar 10 persen pada perdagangan Rabu. Namun saham Alfamart turun lebih terbatas setelah dipindahkan ke MSCI Indonesia Small Cap Index.

Tekanan terhadap pasar Indonesia muncul di tengah evaluasi MSCI terhadap reformasi pasar modal domestik. Sebelumnya, MSCI menyoroti persoalan transparansi dan struktur kepemilikan saham yang terkonsentrasi, memicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan penurunan status Indonesia menjadi frontier market.

TerkaitTRT Indonesia - IHSG gagal pertahankan rebound awal, bergerak volatil dipengaruhi konflik Iran dan tekanan subsidi


SUMBER:TRT Indonesia & Agensi