POLITIK
2 menit membaca
Prancis jadwalkan pemilu presiden 2027 jelang berakhirnya masa jabatan Macron
Putaran pertama pemilu presiden Prancis akan digelar pada 18 April 2027, sementara putaran kedua dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei untuk memilih pengganti Emmanuel Macron.
Prancis jadwalkan pemilu presiden 2027 jelang berakhirnya masa jabatan Macron
Prancis menjadwalkan pemilihan presiden pada April dan Mei 2027. / AFP

Prancis menetapkan putaran pertama pemilihan presiden berikutnya akan digelar pada 18 April 2027, sementara putaran kedua dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei, menurut laporan AFP.

Sumber yang dikutip kantor berita tersebut mengatakan jadwal itu akan disahkan secara resmi dalam rapat Dewan Menteri pada Rabu, sekaligus mengonfirmasi laporan sejumlah media lokal.

Pemilu tersebut akan menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron, yang saat ini menjalani masa jabatan kedua sekaligus terakhirnya.

Partai sayap kanan antiimigrasi National Rally (RN) menilai pemilu kali ini sebagai peluang terbaik mereka untuk merebut kekuasaan.

Sejumlah survei opini secara konsisten menunjukkan kubu sayap kanan berpotensi memimpin putaran pertama pemungutan suara, meski hingga kini belum dipastikan siapa kandidat yang akan diusung partai tersebut.

Marine Le Pen berharap dapat kembali maju sebagai calon presiden untuk keempat kalinya setelah finis di peringkat ketiga pada 2012 serta lolos ke putaran kedua melawan Macron pada 2017 dan 2022.

Namun, pencalonannya bergantung pada putusan pengadilan banding yang dijadwalkan keluar pada 7 Juli terkait dugaan penyalahgunaan dana melalui skandal pekerjaan fiktif di Parlemen Eropa.

Berdasarkan konstitusi Prancis, pemilihan presiden harus diselenggarakan antara 20 hingga 35 hari sebelum masa jabatan presiden yang sedang menjabat berakhir.

Sementara itu, hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan Ketua National Rally, Jordan Bardella, menjadi kandidat terdepan dalam bursa pemilu presiden Prancis 2027.

Politikus berusia 30 tahun itu meraih elektabilitas sekitar 34 hingga 36 persen pada putaran pertama dan diproyeksikan mampu mengalahkan sebagian besar pesaingnya di putaran kedua, termasuk mantan Perdana Menteri Edouard Philippe. Bardella juga dipandang sebagai penerus politik Marine Le Pen.

Philippe, yang memimpin partai tengah Horizons, masih menjadi salah satu penantang terkuat dari kubu non-sayap kanan dengan tingkat dukungan di kisaran belasan persen.

Di sisi lain, tokoh senior sayap kiri dari La France Insoumise, Jean-Luc Mélenchon, mulai menunjukkan peningkatan elektabilitas dalam sejumlah survei hingga berada di kisaran 13–16 persen. Meski demikian, para analis menilai masih terlalu dini untuk memastikan apakah ia mampu menghimpun dukungan yang cukup luas guna menjadi penantang serius dalam pemilihan presiden.

SUMBER:TRT World & Agencies