IKLIM
3 menit membaca
Helikopter bom air dikerahkan, karhutla hanguskan 29,1 hektare lahan di Aceh Barat
BNPB mengerahkan helikopter bom air untuk membantu pemadaman karhutla yang melanda empat kecamatan di Aceh Barat. Sekitar 70 persen kebakaran telah berhasil dikendalikan, namun asap dan angin kencang masih menjadi tantangan.
Helikopter bom air dikerahkan, karhutla hanguskan 29,1 hektare lahan di Aceh Barat
Asap membubung saat pembukaan lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit di Lamno, Provinsi Aceh, Indonesia, pada 18 Januari 2026. / AFP

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat telah menghanguskan sekitar 29,1 hektare lahan gambut dan perkebunan warga. Petugas gabungan masih berupaya mengendalikan api yang tersebar di empat kecamatan di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Ronal mengatakan upaya pemadaman terus dilakukan agar kobaran api dapat segera dikendalikan.

Berdasarkan data BPBD Aceh Barat, kebakaran terjadi di Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo. Wilayah terdampak terbesar berada di Kecamatan Bubon, yakni di Desa Berawang seluas 15 hektare dan Desa Kuta Padang Layung seluas 10 hektare.

Kebakaran juga melanda Desa Lapang dan Seuneubok di Kecamatan Johan Pahlawan dengan luas total 1,5 hektare. Sementara di Kecamatan Arongan Lambalek, api membakar satu hektare lahan di Desa Gunung Pulo, dan di Kecamatan Meureubo menghanguskan 1,6 hektare lahan di Desa Ujong Tanoh Darat.

Menurut Teuku Ronal, karhutla telah merusak vegetasi di area terdampak dan menimbulkan kabut asap yang mulai mengganggu pernapasan warga. Ia memperingatkan kebakaran berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani secara maksimal.

Petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala, termasuk angin kencang yang mempercepat penyebaran api dan memicu munculnya titik api baru. Asap tebal juga membatasi jarak pandang, sementara akses jalan yang sulit membuat armada pemadam kesulitan menjangkau lokasi utama kebakaran.

Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pemadaman terdiri dari personel BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek, KPH IV Wilayah Aceh, mahasiswa Universitas Teuku Umar Meulaboh, serta masyarakat sekitar.

BNPB kerahkan helikopter bom air

Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter pengebom air ke Aceh Barat. Pada Senin (8/6), helikopter tersebut melakukan dua sesi pengeboman air, yakni pada pagi hingga siang dan dilanjutkan dari siang hingga sore hari.

Teuku Ronal mengatakan helikopter tersebut telah mulai beroperasi sejak Minggu (7/6). Metode bom air digunakan untuk menjangkau titik api di area yang sulit diakses oleh petugas di darat, termasuk lahan gambut yang rawan terbakar.

Selain memadamkan api, pengeboman air juga bertujuan menurunkan suhu di area terdampak, mencegah api kembali menyala, serta menciptakan sekat basah guna menghambat penyebaran kebakaran.

BNPB juga terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan sebagai bagian dari upaya penanganan.

Menurut BPBD Aceh Barat, kombinasi operasi darat dan udara telah berhasil mengendalikan sekitar 70 persen kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api baru sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

TerkaitTRT Indonesia - Menteri Kehutanan serukan kewaspadaan hadapi El Nino dan karhutla di Forum PBB
SUMBER:TRT Indonesia