Indonesia dan Somalia membahas perluasan kemitraan bilateral di bidang perdagangan, investasi, pertahanan, dan pembangunan. Kedua negara juga menjajaki peluang memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan kawasan Afrika Timur melalui keanggotaan Somalia dalam East African Community (EAC).
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta dengan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Somalia Hasan Mohamed Ali di Jakarta, Rabu (4/11).
Anis Matta mengatakan hubungan diplomatik yang telah terjalin lebih dari enam dekade menjadi landasan untuk memperluas kerja sama. Indonesia juga mendukung peningkatan kapasitas Somalia di bidang maritim, pendidikan, pertanian, dan keamanan.
“Indonesia mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Somalia sebagai negara kesatuan. Indonesia dan Somalia sama-sama menempatkan pelindungan warga negara masing-masing sebagai prioritas. Pemerintah Indonesia juga menjalankan kerja sama pembangunan untuk meningkatkan kapasitas di bidang maritim, pendidikan, pertanian, dan keamanan,” ujar Anis.
Di sektor ekonomi, Indonesia mendorong diversifikasi perdagangan, kerja sama keuangan, dan penjajakan investasi. Indonesia juga mengharapkan dukungan Somalia untuk menjajaki pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan EAC untuk memperluas akses ke pasar Afrika Timur.
Kedua pihak turut membahas penguatan kerja sama pertahanan, keamanan, serta konsuler sesuai Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler.
Indonesia juga menyatakan kesiapan mengembangkan kerja sama teknis sesuai kebutuhan Somalia, meliputi perikanan, pengolahan daging, kesehatan, keamanan maritim, dan pelatihan diplomatik. Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas, dua diplomat Somalia telah menyelesaikan pendidikan Sesdilu Internasional di Jakarta pada Oktober 2026.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi kedua pejabat di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi, pada 27 Agustus 2026. Kedua negara berharap pembahasan ini menghasilkan kerja sama konkret yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan Somalia.























