Indonesia dan Türkiye menjajaki pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai perdagangan bilateral hingga $10 miliar. Kerja sama ini juga diharapkan memperkuat rantai pasok industri serta membuka peluang investasi bagi kedua negara.
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dengan Menteri Perdagangan Türkiye Omer Bolat di Istanbul, Minggu (1/11). Pertemuan berlangsung di sela-sela B57+ Business Leaders’ Summit 2026.
Roro mengatakan hubungan baik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Recep Tayyip Erdogan perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama ekonomi, terutama di bidang perdagangan dan investasi.
“Hubungan baik antara kedua pemimpin negara perlu kita manfaatkan untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret, khususnya di bidang perdagangan dan investasi. Indonesia terbuka untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua negara. Kami juga berharap nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Türkiye dapat terus meningkat menuju $10 miliar,” ujar Roro dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan, Senin (2/11).

Dukungan industri domestik
Menteri Perdagangan Türkiye Ömer Bolat menegaskan komitmen negaranya untuk memperluas dan memperdalam kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan keterlibatan sektor swasta serta memperluas kemitraan di bidang-bidang yang memiliki potensi saling melengkapi bagi kedua negara.
Menanggapi hal itu, Roro menyoroti potensi Indonesia sebagai pemasok bahan baku dan barang antara bagi industri Türkiye. Pasokan tersebut dapat mendukung proses produksi dan pengembangan produk bernilai tambah, termasuk untuk pasar ekspor.
Kedua negara juga membahas investasi timbal balik serta usulan KADIN Indonesia membentuk High Level Business Council untuk mempererat kemitraan dunia usaha. Indonesia turut mendorong penguatan perdagangan dan kerja sama ekonomi antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Dalam pertemuan tersebut, Roro didampingi Konsul Jenderal RI di Istanbul Darianto Harsono, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri KADIN Indonesia Bernardino Vega, serta Direktur Perundingan Bilateral Basaria Tiara L. Gaol.


















