Pemerintah Indonesia tengah memperluas jaringan negara pemasok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) dengan menjajaki impor dari China dan India.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan pemerintah telah menjalin komunikasi dengan kedua negara terkait rencana pasokan tersebut. Selama ini, Indonesia mengandalkan Singapura sebagai salah satu sumber impor Pertalite.
"Jika sebelumnya kita mengimpor dari satu negara, sekarang kita mencari diversifikasi ke negara lain," kata Laode kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/11).
Langkah ini akan dilakukan PT Pertamina Patra Niaga, ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap satu negara pemasok sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Meski komunikasi dengan calon pemasok telah dilakukan, pemerintah masih menyiapkan landasan regulasi untuk menjalankan kebijakan tersebut. Kementerian ESDM tengah menyempurnakan peraturan menteri sebagai aturan pelaksana dari kerangka peraturan presiden yang telah diterbitkan.
Aturan tersebut akan mencakup mekanisme impor, tahapan pelaksanaan, serta tata kelola pengadaan BBM dari negara pemasok baru. Laode menegaskan, implementasi kebijakan masih membutuhkan sejumlah tahapan sebelum dapat dijalankan.
Sambil menunggu penyelesaian regulasi, kegiatan impor Pertalite tetap berlangsung menggunakan mekanisme yang berlaku saat ini. Diversifikasi pasokan diharapkan dapat memperluas sumber pengadaan dan menjaga keandalan distribusi BBM bersubsidi di berbagai wilayah Indonesia.




























