DUNIA
2 menit membaca
China apresiasi kerja sama Indonesia dan Malaysia bongkar jaringan narkoba lintas negara
Operasi ini melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum Indonesia, yakni Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dengan dukungan NNCC.
China apresiasi kerja sama Indonesia dan Malaysia bongkar jaringan narkoba lintas negara
Kementerian Keamanan Publik China dalam pertemuan bilateral dengan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi di Mabes Polri, Jakarta. / Dok. Polri RI

China menyampaikan apresiasi atas kerja sama penegakan hukum dengan Indonesia dan Malaysia dalam membongkar jaringan peredaran narkotika lintas negara. Operasi gabungan tersebut berhasil mengungkap laboratorium sabu ilegal di Aceh dengan barang bukti mencapai 1,2 ton serta menangkap 18 orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Pengungkapan kasus pada 21 Oktober 2026 itu melibatkan penangkapan 11 tersangka oleh aparat Indonesia. Pada saat yang sama, otoritas China mengamankan tujuh orang lainnya yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pengendalian Narkotika China (NNCC), sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika Kementerian Keamanan Publik China, Lan Weihong, dalam pertemuan bilateral dengan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10).

Lan menjelaskan, otoritas China telah menyelidiki kelompok kejahatan tersebut selama sekitar satu tahun. Jaringan itu diduga menyelundupkan narkotika cair dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Jaringan narkotika lintas negara

Pada September 2026, NNCC menyampaikan hasil penyelidikannya kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia. Kedua pihak kemudian sepakat bekerja sama untuk membongkar jaringan narkotika lintas negara.

Lan mengatakan pertukaran informasi intelijen dan koordinasi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan operasi. Ia mengapresiasi profesionalisme investigasi serta kekompakan Indonesia, China, dan Malaysia dalam mengungkap jaringan tersebut.

Sementara itu, Kapolri Suyudi Ario Seto menyatakan Polri akan terus memperkuat kerja sama internasional untuk memberantas peredaran narkotika. Penyidik masih menelusuri pihak-pihak yang mendukung operasional jaringan, termasuk para penyandang dana.

Pengembangan kasus juga mencakup dugaan keterkaitan jaringan tersebut dengan kelompok peredaran narkoba lain, termasuk di Medan.

Operasi ini melibatkan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan dukungan NNCC. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat pemberantasan penyelundupan narkotika serta melindungi masyarakat Indonesia dan kawasan Asia.

TerkaitTRT Indonesia - Polisi Indonesia-Malaysia perkuat koordinasi intelijen menekan jaringan narkotika lintas batas
SUMBER:TRT Indonesia