Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menggelar demonstrasi pada Rabu (28/10), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Aksi ini bertujuan mendesak pemerintah memenuhi janji politik dan menjalankan amanat konstitusi dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Koalisi Seruan Kedaulatan Rakyat (Sadar), yang terdiri atas organisasi mahasiswa dari sembilan universitas, menyatakan akan terus menyuarakan tuntutan pertanggungjawaban pemerintah.
Koalisi tersebut mencakup mahasiswa dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.
Aksi ini menyoroti tanggung jawab pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam merealisasikan agenda Asta Cita serta amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, termasuk melindungi bangsa dan wilayah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Lima Tuntutan Mahasiswa
Koalisi Sadar menyampaikan lima tuntutan yang mencakup persoalan lingkungan, anggaran negara, pendidikan, pemberantasan korupsi, dan kebebasan sipil.
Pertama, mahasiswa mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, menindak perusahaan yang bertanggung jawab, serta membenahi tata kelola lahan yang masih terfragmentasi.
Kedua, mereka meminta penghentian penggunaan anggaran negara yang dinilai boros untuk kepentingan politik melalui program populis, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ketiga, koalisi menuntut penurunan biaya pendidikan serta pemerataan akses masyarakat terhadap layanan dasar.
Keempat, mahasiswa mendesak penghentian penyalahgunaan instrumen hukum untuk memperkuat kekuasaan dan mendorong pemberantasan korupsi, kolusi, serta nepotisme.
Kelima, mereka meminta pemulihan kebebasan berekspresi, pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia, serta penghentian militerisasi ruang sipil.
Koalisi menyebut tuntutan tersebut sebagai desakan agar pejabat publik bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas, janji politik, dan amanat konstitusi.
Aksi di Bundaran HI
Secara terpisah, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama mahasiswa dan masyarakat berencana menggelar aksi bertajuk #IndonesiaSadar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada Rabu mulai pukul 14.00 WIB. Aksi tersebut membawa lima tuntutan rakyat yang disingkat LAPAR, dengan fokus pada karhutla, kebijakan ekonomi, biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, dan kebebasan berekspresi.
Sementara itu, Pusat Pengelolaan Lalu Lintas (TMC) Polda Metro Jaya mengumumkan rencana kegiatan penyampaian pendapat pada Rabu mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai di kawasan DPR/MPR, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani. Kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan dapat diikuti rekayasa lalu lintas sesuai kondisi di lapangan.




















