Indonesia dan India meluncurkan Indonesia–India Creative-Tech Corridor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Jawa Timur, untuk mengembangkan kekayaan intelektual lokal, memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dan membawa karya kreatif Indonesia ke pasar internasional.
Inisiatif yang diresmikan pada Sabtu (24/10) ini menggabungkan kekuatan Indonesia dalam penceritaan berbasis budaya dengan kemampuan India di bidang produksi audiovisual dan teknologi. Kerja sama tersebut juga menindaklanjuti komitmen dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, kemitraan ini diharapkan membuka peluang ekonomi konkret bagi pelaku industri kreatif kedua negara.
Kolaborasi diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Lokanima dan sejumlah mitra Indonesia serta India, termasuk Fun Cican, Prodigi AI, LPP TVRI, Cinepolis, Xelta dari MatchBest Group, Galleri5 India, dan Collective Studios.
Para mitra juga akan membangun Creative Tech Sandbox di KEK Singhasari sebagai ruang uji coba bagi kreator dan pelaku industri untuk mengembangkan karya berbasis AI dan teknologi baru. Hasil kolaborasi direncanakan tampil dalam World Audio Visual and Entertainment Summit (WAVES) 2027 di Mumbai, India.
Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar India di Indonesia, Bijay Selvaraj, menilai perpaduan kekuatan budaya Indonesia dengan keahlian audiovisual dan teknologi India berpotensi menciptakan kolaborasi serta nilai ekonomi baru.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, integrasi AI dan teknologi digital dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan sekaligus menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru.
Pusat data diarahkan ke sejumlah kawasan ekonomi khusus, termasuk KEK Nongsa di Kepulauan Riau, Tangerang Selatan, dan Karawang. Pengembangannya membutuhkan pasokan energi serta jaringan serat optik yang memadai.
Pemerintah juga mendorong KEK Singhasari menjadi pusat riset, inovasi, dan komersialisasi karya kreatif. Pemanfaatan infrastruktur digital diharapkan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif hingga dua digit.
Kerja sama ini berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai $135 miliar pada 2026 dan berpotensi meningkat menjadi $366 miliar pada 2030. Indonesia memiliki lebih dari 235 juta pengguna internet yang menjadi pasar potensial bagi layanan digital dan industri kreatif.
Untuk mendukung perkembangan tersebut, pemerintah menyusun Peta Jalan Nasional Kecerdasan Buatan yang mencakup infrastruktur digital, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta tata kelola AI yang bertanggung jawab.
Melalui koridor ini, Indonesia dan India berharap dapat menghubungkan talenta serta kekayaan intelektual Indonesia dengan teknologi AI dan kemampuan produksi audiovisual India agar karya kreatif Indonesia semakin mampu bersaing di pasar global.






















