Pemerintah Indonesia resmi memperpanjang kemitraan strategis dengan Pemerintah Australia melalui peluncuran program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (Australia–Indonesia Partnership for Economic Development atau PROSPERA) Fase II di Jakarta, Kamis (22/10).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kemitraan berdurasi 10 tahun ini berlandaskan Subsidiary Arrangement antara Kemenko Perekonomian dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Department of Foreign Affairs and Trade/DFAT).
"Saya mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk terlibat aktif serta menerjemahkan berbagai formulasi kebijakan menjadi hasil-hasil yang konkret bagi masyarakat," kata Airlangga saat memberikan pernyataan penutup pada peluncuran PROSPERA Fase II.
Melalui fase kedua ini, pemerintah memfokuskan dukungan pada dua agenda reformasi ekonomi berskala global, yaitu proses aksesi Indonesia ke Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) serta Perjanjian Kemitraan Komprehensif dan Progresif untuk Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership/CPTPP).
Dalam proses aksesi OECD yang ditargetkan selesai pada 2028, Indonesia telah menyelesaikan 20 dari 25 bagian memori awal (initial memorandum) atau mencapai sekitar 80 persen. Sementara untuk CPTPP, Indonesia berharap proses aksesi dapat disepakati oleh seluruh negara anggota pada pertemuan November mendatang.
Di sektor digital, PROSPERA bakal mendukung penyiapan sumber daya manusia dan pengembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini dinilai krusial mengingat Indonesia merupakan pemegang ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN yang tengah bersiap menandatangani Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN di Manila bulan depan.
Selain sektor ekonomi makro dan digital, kedua negara juga mendorong perluasan kerja sama pariwisata serta konektivitas udara melalui penambahan rute penerbangan langsung antar kota di Indonesia dan Australia.
Sebagai langkah lanjutan, Kemenko Perekonomian dan DFAT dijadwalkan menggelar PROSPERA Advisory Board Meeting untuk memfinalisasi Rencana Kerja Strategis (Strategic Work Plan) dan Rencana Kerja Tahunan (Annual Work Plan) yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Peluncuran ini turut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier, Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara, serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.



















