TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat NC-212 bernomor registrasi A-2107 untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Misi tersebut dilakukan dengan menyemai awan di sejumlah kawasan rawan kebakaran.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita, mengatakan pangkalan udara tersebut mendukung penuh pelaksanaan operasi melalui penyediaan fasilitas dan layanan penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Selasa (20/10).
Lanud Sjamsudin Noor menjadi salah satu pusat mobilisasi Satuan Tugas (Satgas) Militer Udara Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla. Kesiapan fasilitas dan personel di pangkalan tersebut turut menunjang kelancaran misi penanganan kebakaran.
Operasi yang dipimpin Mayor Pnb Candra Ary W. itu mencakup sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan beserta kawasan sekitarnya. Dalam penerbangan pertama, pesawat melintasi Palangka Raya pada ketinggian 8.000–10.000 kaki selama dua jam lima menit dan melepaskan 567 kilogram es kering.
Pada penerbangan kedua, pesawat melakukan penyemaian awan di wilayah Palangka Raya dan Barito Kuala dengan membawa 800 kilogram natrium klorida (NaCl). Misi tersebut berlangsung selama satu jam 50 menit.
Pengerahan pesawat untuk modifikasi cuaca ini berlangsung ketika kebakaran hutan dan lahan terus menjadi perhatian di Indonesia. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat ini menyelidiki 98 kasus karhutla yang diduga melibatkan perusahaan.



















