Empat orang meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Sementara itu, kabut asap akibat kebakaran di Indonesia terus memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah Asia Tenggara, memicu gangguan pernapasan dan menghambat aktivitas masyarakat.
Polda Jawa Timur menyelidiki insiden tersebut dengan menerjunkan tim identifikasi dan penyidik untuk memeriksa lokasi serta meminta keterangan saksi. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau tindak pidana.
Berdasarkan informasi awal kepolisian, sekitar 12 orang menuju lokasi kebakaran untuk membantu pemadaman pada Kamis (15/10). Mereka terdiri atas petugas taman nasional, anggota Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel.
Tiga orang ditemukan meninggal dunia di kawasan Pusung Lingker, Kabupaten Probolinggo, sementara tiga lainnya mengalami luka bakar. Jumlah korban meninggal kemudian bertambah menjadi empat orang, dengan dua korban luka dirujuk ke RSU dr Soetomo di Surabaya.
Kementerian Kehutanan menyebut insiden tersebut menjadi pengingat akan tingginya risiko operasi pemadaman karhutla dan menekankan pentingnya keselamatan petugas. Di enam provinsi prioritas penanganan kebakaran, terdeteksi 615 titik panas, yang menunjukkan potensi munculnya titik api.
Kebakaran tahunan di Indonesia tahun ini semakin parah akibat kekeringan yang dipicu fenomena El Nino. Para ahli juga menyoroti deforestasi dan mengeringnya lahan gambut yang membuat sejumlah kawasan lebih rentan terbakar.





















