Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Satyalancana Bhakti Buana kepada 140 personel Polri yang menyelesaikan misi penjaga perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah selama satu tahun tanpa insiden besar.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Wahyu Hadiningrat dalam upacara penyambutan di Jakarta pada Senin (19/10).
Personel Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 Garuda Bhayangkara bertugas di bawah Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA). Mereka ditempatkan sejak 10 Oktober 2025 dan seluruhnya telah kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan tugas di Bangui.
Komandan Satgas Komisaris Besar Norhayat mengatakan, zona konflik dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama selama penugasan. Personel harus selalu waspada menghadapi risiko keamanan serta beradaptasi dengan hujan lebat dan badai yang kerap terjadi.
“Bertugas di zona konflik, keamanan tentu menjadi tantangan utama kami. Kami harus terus waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan,” kata Norhayat.
Satgas juga bertugas mengamankan pemilihan umum di tengah ketegangan politik. Norhayat menegaskan bahwa seluruh operasi dilaksanakan sesuai mandat PBB, terutama untuk melindungi warga sipil.
Menjaga stabilitas di wilayah konflik
Dalam sambutan yang disampaikan Wahyu Hadiningrat, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme para personel dalam mendukung perdamaian dunia. Ia menegaskan bahwa partisipasi Polri dalam misi PBB merupakan kontribusi nyata bagi kemanusiaan dan stabilitas di wilayah konflik.
Suyudi juga menyebut penugasan tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 agar Indonesia berperan aktif dalam mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 71/TK/2026 tertanggal 7 September 2026. Dalam sambutannya, Suyudi menyampaikan kebanggaan Polri dan Indonesia atas keberhasilan para personel serta menyambut kepulangan mereka untuk kembali berkumpul bersama keluarga.
Misi Indonesia di Republik Afrika Tengah akan berlanjut melalui Satgas FPU 8 MINUSCA yang telah mengambil alih tanggung jawab operasional di Bangui. Dengan pergantian satgas tersebut, kontribusi Indonesia dalam mendukung operasi pemeliharaan perdamaian PBB di negara itu tetap berlangsung.





















