DUNIA
2 menit membaca
Kemlu pastikan WNI tak terlibat unjuk rasa di Prancis, imbau waspadai situasi keamanan
Aksi protes pelajar di Prancis sejak pertengahan September menuntut peningkatan anggaran pendidikan, perbaikan kondisi belajar, penambahan guru, serta perubahan sistem penerimaan mahasiswa.
Kemlu pastikan WNI tak terlibat unjuk rasa di Prancis, imbau waspadai situasi keamanan
Bendera Prancis berkibar di atas patung Marianne di Place de la Republique selama aksi unjuk rasa. / Reuters

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meminta warga negara Indonesia (WNI) di Prancis dan Italia meningkatkan kewaspadaan menyusul demonstrasi yang berlangsung di sejumlah kota pada Sabtu (17/10). 

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatiknya terus memantau perkembangan keamanan dan memastikan komunikasi dengan WNI di kedua negara tetap terjaga.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris dan Roma telah mengingatkan masyarakat Indonesia di wilayah akreditasi masing-masing agar berhati-hati dan mengikuti perkembangan situasi keamanan.

“KBRI di Paris dan KBRI di Roma telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah akreditasi terkait agar senantiasa berhati-hati dan mencermati perkembangan situasi keamanan,” kata Heni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/10).

Kemlu meminta WNI mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat, menjauhi lokasi demonstrasi dan kerumunan massa, serta menyesuaikan perjalanan dengan kemungkinan gangguan transportasi umum maupun penutupan jalan. Masyarakat juga diminta mematuhi arahan petugas keamanan setempat.

Khusus di Prancis, KBRI Paris menyatakan tidak ada WNI yang tercatat ikut dalam aksi demonstrasi. Heni mengatakan perwakilan Indonesia di Paris terus mengawasi perkembangan situasi, terutama setelah unjuk rasa besar berlangsung di ibu kota pada 17 Oktober.

Aksi protes pelajar di Prancis sejak pertengahan September menuntut peningkatan anggaran pendidikan, perbaikan kondisi belajar, penambahan guru, serta perubahan sistem penerimaan mahasiswa. Hingga Kamis (15/10), sebanyak 1.260 orang ditangkap di wilayah metropolitan Paris, dengan 86 persen di antaranya masih di bawah umur.

Kerusuhan pada Sabtu (17/10) terkait kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, dan pendanaan pendidikan menyebabkan hampir 2.400 orang ditahan serta sekitar 1.000 aparat terluka, menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis. Sementara itu, bentrokan juga terjadi di Milan, Italia, dalam aksi menentang kenaikan biaya hidup.

KBRI Paris dan KBRI Roma terus memantau perkembangan keamanan serta menjaga komunikasi dengan WNI di wilayah masing-masing.

TerkaitTRT Indonesia - Unjuk rasa atas masalah ekonomi di Iran berubah menjadi protes penuh kekerasan


SUMBER:TRT Indonesia