BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia dan Yunani gelar pertemuan JCEC perdana, perluas perdagangan dan investasi bilateral
Kedua negara juga mendukung penyelesaian dan penerapan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) sesuai jadwal untuk memperluas akses pasar dan peluang perdagangan bagi pelaku usaha.
Indonesia dan Yunani gelar pertemuan JCEC perdana, perluas perdagangan dan investasi bilateral
Pertemuan perdana Joint Committee on Economic Cooperation (JCEC) di Jakarta pada Selasa (13/10). / Dok. kemlu RI

Indonesia dan Yunani mendorong perluasan hubungan ekonomi melalui peluang investasi, perdagangan, serta pengembangan industri maritim. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan perdana Joint Committee on Economic Cooperation (JCEC) di Jakarta pada Selasa (13/10).

Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Arif Havas Oegroseno, dan Wakil Menteri Luar Negeri Yunani, Theoharis Theoharis, memimpin pertemuan tersebut. Kedua pihak membahas potensi kemitraan yang dapat dikembangkan melalui keterlibatan pemerintah dan pelaku usaha, termasuk di bidang pelabuhan, pelayaran, logistik, dan industri perkapalan.

Arif mengatakan Indonesia dan Yunani memiliki kepentingan bersama dalam menjaga kelancaran pelayaran internasional serta memanfaatkan potensi maritim masing-masing.

“Indonesia dan Yunani memiliki keunggulan maritim yang saling melengkapi serta kepentingan bersama dalam menjaga kebebasan navigasi berdasarkan hukum internasional,” ujarnya.

Kedua negara juga mendukung penyelesaian dan penerapan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) sesuai jadwal untuk memperluas akses pasar dan peluang perdagangan bagi pelaku usaha.

Forum JCEC turut membahas potensi kerja sama di bidang agribisnis, pariwisata, kebudayaan, ekonomi hijau, dan energi terbarukan.

Kedua wakil menteri menyaksikan penyelesaian tahap akhir penandatanganan nota kesepahaman kemitraan kota bersaudara antara Denpasar dan Piraeus, Yunani, yang mencakup sektor maritim, pariwisata, dan transportasi air.

Peluang bisnis turut menjadi agenda melalui sesi Briefing on Business Opportunities by Indonesian State-Owned Enterprises. PT Pelindo dan PT Pertamina International Shipping mempresentasikan perkembangan sektor pelabuhan, logistik, dan pelayaran Indonesia kepada delegasi Yunani untuk menjajaki kemungkinan kerja sama dengan perusahaan setempat.

TerkaitTRT Indonesia - Presiden Prabowo terima surat kepercayaan delapan duta besar negara sahabat



SUMBER:TRT Indonesia