BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
MSCI ancam hapus Indonesia dari indeks global, IHSG dan rupiah anjlok
Keputusan mendadak MSCI berpotensi pemicu 'capital outflow' miliaran dolar, pemerintah dan BEI pertanyakan dasar penilaian.
MSCI ancam hapus Indonesia dari indeks global, IHSG dan rupiah anjlok
Orang-orang berjalan melewati layar elektronik yang menampilkan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 16 Oktober 2026. Foto: AP/Tatan Syuflana

Pasar keuangan Indonesia diguncang kabar kurang sedap dari lembaga penyedia indeks global, MSCI. Dalam pengumuman terbarunya, MSCI berencana menghapus pasar saham Indonesia dari daftar Emerging Market (Pasar Berkembang) dan menurunkannya ke status standalone.

Langkah ekstrem tersebut berpotensi mengeluarkan saham-saham asal Indonesia dari indeks acuan global. Dampaknya, dana investasi pasif yang berbasis di luar negeri terancam hengkang dari Tanah Air.

Reaksi negatif pasar langsung terasa pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat ambles hingga 11 persen ke level terendah dalam enam tahun terakhir dan memicu pembekuan sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit. Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah hingga menembus level Rp18.070 per dolar AS.

MSCI menilai upaya reformasi yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia belum memberikan kemajuan signifikan, terutama terkait dengan transparansi kepemilikan saham dan perilaku perdagangan.

"Kekhawatiran besar masih berputar pada disfungsi pasar. Oleh karena itu, MSCI menganggap kelanjutan status Indonesia sebagai emerging market tidak lagi sesuai," tulis MSCI dalam keterangan resminya.

Lembaga keuangan global UBS memperkirakan keputusan ini berpotensi memicu penarikan dana pasif asing (passive outflows) hingga 4 miliar dolar AS, serta tambahan potensi aliran dana keluar dari investor aktif sebesar 15 miliar dolar AS. Sepanjang tahun 2026 saja, investor asing tercatat telah melakukan penjualan bersih (net sell) saham senilai 4,7 miliar dolar AS di pasar domestik.

Respons Pemerintah dan Evaluasi Pasar Modal

Sinyal negatif ini mengejutkan para pelaku pasar dan jajaran pejabat pemerintah di Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertanyakan keputusan mendadak MSCI tersebut.

"Ini menjadi tanda tanya besar, mengapa MSCI tidak mendiskusikan rencana penurunan status ke standalone saat pertemuan di Bangkok awal pekan ini," ujar Airlangga.

Pemerintah bergerak cepat merespons situasi ini. Sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia, menggelar rapat koordinasi mendadak guna membahas implikasi dari pengumuman tersebut.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan telah melakukan langkah nyata untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal, termasuk penyesuaian aturan porsi saham publik (free float). Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan akan meminta penjelasan resmi dan klarifikasi lebih detail kepada MSCI.

Pengamat pasar modal dari Aletheia Capital, Angus Mackintosh, menilai langkah MSCI cukup keras dan belum tentu mencerminkan kondisi fundamental emiten maupun perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Meski demikian, ia menekankan agar peristiwa ini dijadikan bahan evaluasi mendalam.

"Ini adalah peringatan keras (wake-up call) bagi Indonesia," kata Mackintosh. Ia menambahkan bahwa penegakan hukum serta sanksi tegas terhadap praktik manipulasi saham menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk memulihkan kepercayaan investor.

MSCI menyatakan akan membuka masa konsultasi dengan para pelaku pasar hingga April 2027. Keputusan akhir mengenai status pasar saham Indonesia baru akan diumumkan secara resmi pada Juni 2027 mendatang.

TerkaitTRT Indonesia - IHSG anjlok terparah sejak 1998 usai MSCI gagas penurunan status ke pasar 'standalone'
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Indonesia targetkan potensi ekspor $60,5 miliar di empat pasar utama
Indonesia dan Yunani gelar pertemuan JCEC perdana, perluas perdagangan dan investasi bilateral
IMF proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen di tengah tekanan global
Emas dunia turun ke $4.168, rupiah melemah dan IHSG mendekati level 5.900
OJK beri peringatan keras soal risiko aset digital dan AI terhadap stabilitas perbankan
Gubernur BI beberkan strategi jaga rupiah dan kurangi ketergantungan dolar AS
Harga minyak mentah Indonesia naik 26,1 persen, tembus $112,81 per barel
Eni lepas porsi saham di blok migas Indonesia ke Pertamina dan Medco Energi
IsDB siapkan strategi kemitraan $2,56 miliar untuk dukung transformasi ekonomi Indonesia
Filipina dorong interkoneksi listrik empat negara ASEAN di tengah ancaman krisis energi
Indonesia resmikan 11 proyek hilirisasi nikel, ekspor perdana baterai EV dimulai
Danantara gabungkan 23 kawasan industri BUMN untuk dorong daya saing investasi
Prabowo tegaskan komitmen lindungi investasi terutama industri nikel dan aluminium Indonesia
Patuhi regulasi perlindungan anak, TikTok nonaktifkan 9 juta akun anak di bawah umur
Pertemuan ke-44 ASEAN Ministers on Energy Meeting, ASEAN perkuat kerja sama energi regional
Indonesia bidik investasi Rp13.000 triliun demi wujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen
Kawasan industri pelat merah bakal gratiskan biaya sewa lahan demi tarik investasi
Danantara suntik US$250 juta ke produsen migas AS HighPeak Energy
IHSG melemah ikuti tekanan bursa Asia, indeks berpeluang menguat ke level 6.280
Surplus perdagangan Indonesia capai Rp129,76 triliun hingga Agustus 2026