Sebanyak 460 orang yang terdiri dari 420 penumpang dan 40 kru KMP Batumandi berhasil diselamatkan setelah kapal tersebut terbakar di perairan dekat Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10). Sebanyak 16 penumpang sempat mendapatkan penanganan medis, dengan 11 orang di antaranya masih menjalani perawatan di RS Krakatau Medika.
Komandan Tim SAR Gabungan dari Kantor SAR Banten, Raeza Kurniawan, mengatakan seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi melalui operasi penyelamatan yang melibatkan sejumlah unsur di perairan Merak. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam hingga seluruh orang di kapal berhasil diselamatkan.
Berdasarkan manifes kapal, KMP Batumandi mengangkut 420 penumpang, terdiri dari 393 orang yang berada di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki. Kapal tersebut juga membawa 89 kendaraan.
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Maruli Hutapea, mengatakan tidak ada laporan korban meninggal dunia berdasarkan informasi sementara dari PT ASDP Indonesia Ferry. Namun, sejumlah penumpang harus menjalani pemeriksaan dan perawatan setelah insiden tersebut.
Menurut Maruli, penumpang yang membutuhkan bantuan medis dibawa ke Puskesmas Merak dan RS Krakatau Medika. Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyebut total 16 orang mendapatkan layanan kesehatan, dengan 11 orang ditangani di Puskesmas Pulomerak dan lima lainnya dirawat di RS Krakatau Medika.
Penyebab kebakaran diselidiki
Pemerintah Provinsi Banten terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memastikan para penumpang memperoleh perawatan yang diperlukan. Andra juga mengapresiasi warga dan nelayan setempat yang secara sukarela membantu proses penyelamatan, termasuk mengevakuasi bayi dan anak-anak.
Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran serta menelusuri kronologi lengkap kejadian. Maruli meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sebelum kesimpulan mengenai sumber api diumumkan.
Kebakaran dilaporkan terjadi pada Selasa sore, sekitar pukul 16.34 WIB, ketika kapal berada kurang lebih 700 meter dari Dermaga 6 atau Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Rekaman yang disiarkan sejumlah media memperlihatkan asap hitam pekat membubung dari kapal ketika penumpang berusaha menyelamatkan diri.

















