Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama pertahanan maritim melalui latihan unsur laut dalam Latihan Gabungan Bersama Keris Woomera 2026 yang berlangsung di perairan utara Pulau Bali pada 10–20 Oktober.
Latihan tersebut melibatkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda-367 dari Satuan Kapal Eskorta Koarmada II, didukung Helikopter Panther HS-1305 Puspenerbal. Sementara itu, Angkatan Pertahanan Australia (ADF) mengerahkan tiga kapal perang, yakni HMAS Choules, HMAS Stalwart, dan HMAS Perth.
Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367, Letkol Laut (P) Rakhmad Widiyanto, mengatakan latihan ini menjadi kesempatan strategis untuk menguji kesiapan operasional sekaligus meningkatkan kemampuan taktis kedua angkatan laut.
"Latihan ini juga meningkatkan kemampuan taktis serta menyelaraskan prosedur komunikasi dalam operasi maritim bersama," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Situbondo, Jawa Timur, Minggu (18/10).
Rangkaian latihan mencakup pendaratan amfibi, dukungan tembakan meriam laut, peperangan anti kapal selam dan anti kapal permukaan, serta peperangan anti pesawat.
Kedua pihak juga melaksanakan operasi helikopter, manuver formasi taktis, ship rider, pengisian perbekalan di laut, pemantauan situasi maritim, dan perlindungan pasukan. Latihan ini menjadi bagian dari upaya TNI meningkatkan profesionalisme prajurit dan memperkuat interoperabilitas dengan militer negara mitra.
Kolaborasi kedua negara juga mencerminkan diplomasi pertahanan yang bertumpu pada rasa saling percaya untuk mendukung stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.























