BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia-Rusia dorong perluasan akses pasar melalui Perjanjian Perdagangan Bebas I-EAEU
Kedua negara sepakat melanjutkan penguatan kerja sama di bidang pertanian, teknologi, industri, dan pengembangan rantai pasok. Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung diversifikasi perdagangan serta menghasilkan manfaat ekonomi bagi kedua negara.
Indonesia-Rusia dorong perluasan akses pasar melalui Perjanjian Perdagangan Bebas I-EAEU
Pertemuan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor. / Dok. Ekon RI

Indonesia dan Rusia menjajaki perluasan kerja sama ekonomi, termasuk di bidang perkapalan, penerbangan, teknologi, dan investasi. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor, Jumat (16/10).

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026, serta hasil Sidang Komisi Bersama ke-14 Indonesia-Rusia di Kazan pada Mei 2026.

Airlangga menyampaikan bahwa kedua negara memiliki peluang besar untuk memperluas hubungan ekonomi melalui kemitraan bisnis, peningkatan investasi, serta penguatan kemampuan industri nasional. Kerja sama di sektor perkapalan dan penerbangan turut dibahas untuk membuka peluang pengembangan industri dan teknologi bersama.

“Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Airlangga.

Perdagangan bilateral

Hubungan perdagangan kedua negara juga menunjukkan pertumbuhan. Nilai perdagangan bilateral mencapai $4,84 miliar pada 2025, naik sekitar 21,6 persen dibandingkan $3,98 miliar pada tahun sebelumnya. Minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk menjadi sejumlah komoditas penting dalam perdagangan Indonesia-Rusia.

Partisipasi Rusia dalam TEI tahun ini juga merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan Indonesia sebagai negara mitra pada pameran INNOPROM di Yekaterinburg, Rusia, pada Juli 2026.

“Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri,” kata Manturov.

Kedua negara juga membahas perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA) yang diharapkan memperluas pasar bagi produk Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur. Proses ratifikasinya hampir selesai dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.

Kedua pihak sepakat melanjutkan penguatan kerja sama di bidang pertanian, teknologi, industri, dan pengembangan rantai pasok. 

TerkaitTRT Indonesia - Kemenperin dan Rusia petakan lima sektor prioritas untuk perkuat kerja sama industri bilateral
SUMBER:TRT Indonesia