Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui kerja sama multilateral, reformasi kelembagaan, serta kontribusi berkelanjutan dalam menjaga perdamaian dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Jakarta pada Senin (19/10).
Dalam pertemuan itu, Arrmanatha menyampaikan bahwa kerja sama multilateral menjadi kebutuhan mendasar bagi Indonesia dan negara-negara Global South atau negara-negara berkembang di belahan bumi selatan.
“Bagi Indonesia dan Global South, multilateralisme bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Tidak ada negara, sekuat apa pun, yang dapat menghadapi tantangan saat ini sendirian,” ujar Arrmanatha.
Ia juga menyoroti pentingnya pembaruan sistem PBB agar organisasi tersebut mampu menjawab kebutuhan dunia saat ini maupun di masa mendatang. Sebagai anggota Dewan Auditor PBB, Indonesia turut berperan dalam meningkatkan akuntabilitas dan daya tanggap organisasi internasional tersebut.
Arrmanatha mengatakan Indonesia akan memanfaatkan pencalonannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030 untuk mendorong lembaga tersebut menjadi lebih representatif dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Melalui keanggotaannya di berbagai mekanisme PBB, Indonesia juga akan terus mendukung agenda internasional di bidang keamanan, kemanusiaan, dan pembangunan. Komitmen tersebut mencakup pengiriman personel penjaga perdamaian untuk membantu menjaga stabilitas di berbagai wilayah konflik.
Arrmanatha menyebut kunjungan Guterres sebagai pengakuan atas peran Indonesia dalam diplomasi global dan dukungan terhadap multilateralisme. Guterres juga mengapresiasi peran Indonesia dalam menjembatani kepentingan diplomatik serta mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri melalui solusi dua negara.



















