ASIA
2 menit membaca
Hujan buatan dikembangkan untuk tekan karhutla, 14,3 ton bahan semai dikerahkan
BNPB mengerahkan 14,3 ton bahan semai lewat operasi modifikasi cuaca guna memicu hujan dan menekan karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Hujan buatan dikembangkan untuk tekan karhutla, 14,3 ton bahan semai dikerahkan
Helikopter melakukan water bombing Solo, 4 September 2026. (AFP)

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia terus ditingkatkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah menghabiskan sebanyak 14,3 ton (14.300 kg) bahan semai melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan serta mempercepat pemadaman di sejumlah daerah rawan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menjelaskan bahwa total penyemaian tersebut direalisasikan melalui 15 kali sortie penerbangan udara.

"Penyemaian tersebut dilakukan dalam 15 kali penerbangan atau sortie berdasarkan pemantauan data pelaksanaan pada 23 Oktober 2026," ujar Berton dalam keterangannya.

Wilayah Kalimantan Tengah menjadi salah satu fokus utama dengan penggunaan 7.200 kilogram bahan semai melalui delapan sortie penerbangan. Bahan tersebut mencakup 5.200 kilogram dry ice (es kering) yang difokuskan untuk mengurai kabut asap pekat serta 2.000 kilogram natrium klorida (NaCl) guna memicu hujan buatan. Kendati demikian, hingga laporan per 23 Oktober, hujan belum dilaporkan turun di wilayah sasaran tersebut.

Sementara itu di Sumatera Selatan, penyemaian 7.100 kilogram bahan semai dalam tujuh sortie penerbangan telah menunjukkan dampak positif dengan membaiknya jarak pandang (visibility) menjelang siang hari.

Operasi modifikasi cuaca yang disesuaikan dengan kondisi atmosfer juga membuahkan hasil di wilayah lain. Hujan berintensitas ringan hingga sedang dilaporkan telah turun di tujuh kabupaten di Kalimantan Barat—seperti Sekadau, Ketapang, dan Sintang—serta di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB hingga Minggu (25/10), total area lahan yang masih dalam proses pemadaman di Pulau Kalimantan mencapai 3.392 hektare. Area terluas berada di Kalimantan Tengah (2.458 hektare), disusul Kalimantan Barat (884 hektare), dan Kalimantan Selatan (52 hektare).

Adapun di Pulau Sumatera, luas lahan yang masih ditangani tercatat sekitar 990 hektare, meliputi Sumatera Selatan (889 hektare), Jambi (89 hektare), serta kawasan Taman Nasional Way Kambas di Lampung (12 hektare).

Guna mendukung penanganan darurat di lapangan, pemerintah menyiagakan 57.050 personel satgas darat di enam provinsi. Operasi ini juga diperkuat pengerahan 61 unit armada udara—terdiri dari 24 pesawat patroli dan OMC serta 37 helikopter water bombing—lengkap dengan berbagai peralatan pemadaman teknis seperti pompa portabel, selang, hingga pemukul api.

TerkaitIndonesia akan mengatasi kabut asap beracun dengan es kering - TRT Indonesia - TRT Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia