Aksi demonstrasi di kawasan Malioboro, Yogyakarta, berujung ricuh pada Rabu malam (28/10), dengan sejumlah orang melempar batu, petasan, dan kembang api ke arah petugas. Insiden tersebut juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan properti pedagang serta melukai sejumlah anggota kepolisian.
Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kombes Pol Ihsan, mengatakan polisi mengamankan seorang pria yang diduga membawa senjata tajam sekitar pukul 18.00 WIB. Jumlah keseluruhan orang yang diamankan masih didata dan diidentifikasi oleh pihak kepolisian.
Menurut Ihsan, pemeriksaan sementara oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) serta tenaga kesehatan menunjukkan sebagian besar orang yang diamankan diduga telah mengonsumsi minuman beralkohol. Polisi belum merinci identitas maupun asal mereka dan berencana menyampaikan perkembangan data setelah proses identifikasi selesai.
Kericuhan melibatkan kelompok yang belum diketahui identitasnya. Sebelumnya, demonstrasi berlangsung di Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada sore hari dan para peserta membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB.
Kelompok lain kemudian mendatangi kawasan gedung DPRD DIY dan diduga memicu konfrontasi dengan melempar petasan ke arah juru parkir di Jalan Perwakilan.
Petugas yang berjaga di sekitar gedung DPRD berupaya melerai perselisihan tersebut agar tidak meluas. Kelompok itu melakukan perlawanan hingga polisi mundur ke dalam gedung. Aksi saling lempar batu, petasan, dan kembang api kemudian kembali terjadi.
Selain melempar berbagai benda, sejumlah orang juga membakar benda-benda di sekitar lokasi. Ihsan mengatakan petugas segera memadamkan api untuk mencegah kebakaran meluas.
Kerusakan fasilitas umum
Kericuhan tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan properti milik pedagang di kawasan Malioboro, termasuk mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Polisi bersama pihak terkait masih menginventarisasi kerusakan yang ditimbulkan.
Sejumlah anggota kepolisian juga mengalami luka, terutama akibat lemparan benda selama bentrokan. Pendataan terhadap petugas yang terluka, termasuk kebutuhan penanganan medis, masih berlangsung.
Untuk mengendalikan situasi, polisi mengerahkan personel pengendalian massa guna mendorong kerumunan menjauh dari Malioboro ke arah utara. Kondisi di kawasan tersebut mulai terkendali sekitar pukul 22.00 WIB, setelah massa bergerak menuju perlintasan kereta api, Jalan Mangkubumi, hingga kawasan Tugu Yogyakarta.
Kepolisian menyatakan personel tetap disiagakan untuk mencegah gangguan susulan serta menjaga keamanan warga dan wisatawan di kawasan Malioboro.
Aparat masih mengumpulkan data mengenai orang-orang yang diamankan, kerusakan fasilitas, dan anggota kepolisian yang terluka. Keterangan yang tersedia sejauh ini berasal dari pihak kepolisian, sementara penjelasan dari demonstran, juru parkir, maupun saksi lain mengenai awal mula bentrokan belum tersedia.


















