Forum Dialog Dunia Turkik menilai kerja sama antara Organisasi Negara-Negara Turkik (OTS) dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di bidang kecerdasan buatan (AI) dan keandalan informasi dinilai dapat membantu kedua kawasan menghadapi ancaman disinformasi serta dampak negatif teknologi digital.
Gagasan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Philips J. Vermonte, dalam forum meja bundar bertajuk Communication Perspective of Turkic States: Artificial Intelligence Challenges yang menjadi bagian dari Forum Dialog Dunia Turkik di Ankara, Türkiye.
Vermonte menilai kolaborasi OTS dan ASEAN dapat membuka jalan bagi penyusunan standar bersama terkait penggunaan AI sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari penyebaran informasi palsu dan manipulasi konten digital.
Ia mengusulkan pembentukan koalisi lintas negara di Asia dengan memanfaatkan platform kerja sama yang telah tersedia. Menurutnya, Indonesia dan Türkiye dapat menjadi penghubung dialog, mengingat Türkiye merupakan mitra dialog sektoral ASEAN.

"Platform yang diperlukan sebenarnya sudah tersedia. Indonesia dan Türkiye dapat berdiskusi, terlebih Türkiye merupakan salah satu mitra dialog sektoral ASEAN," kata Vermonte.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi pemerintah dalam penggunaan AI. Teknologi tersebut memungkinkan pembuatan teks, suara, dan gambar yang meyakinkan dengan biaya rendah, sementara penyebaran konten manipulatif dapat berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan respons resmi pemerintah.
Forum yang diselenggarakan Direktorat Komunikasi Kepresidenan Türkiye tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi media, termasuk CEO Hayat TV Bosnia dan Herzegovina Elvir Svrakic, akademisi Girne American University Murat Akkaya, Kepala Departemen AI Central Asian Neuroengineering Academy Musabek Mahmudjanov, Direktur Turkish Agency Cyprus Fehmi Gurdalli, Wakil Direktur Eurasian Research Institute Kazakhstan Cengizhan Zhanaltay, serta pakar digitalisasi dari Kyrgyzstan Rustambek Shabyev.
Selain peluang kerja sama OTS-ASEAN, diskusi panel juga membahas pengembangan infrastruktur dan model bahasa AI mandiri, pemanfaatan AI untuk penerjemahan dan jurnalistik, pembentukan jaringan pemeriksa fakta bersama untuk melawan disinformasi, serta penerapan AI dalam meningkatkan efisiensi transportasi di Koridor Tengah.




























