Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mendekati Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencerminkan kepercayaan pengusaha terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai kontribusi pelaku usaha nasional, termasuk sektor menengah, turut memperkuat ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10), Anindya menyebut investasi domestik menyumbang lebih dari separuh total investasi nasional. Menurutnya, keterlibatan pengusaha kelas menengah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tahan perekonomian.
“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujarnya dalam taklimat Presiden bersama peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) dan jajaran Kadin.
Anindya juga menyoroti besarnya peluang sektor swasta dalam pembangunan nasional. Dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia sekitar Rp25.000 triliun, kontribusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai sekitar Rp4.000 triliun. Dengan demikian, sekitar 85 persen aktivitas ekonomi lainnya menjadi ruang bagi dunia usaha untuk berkontribusi.
Ia menyampaikan komitmen Kadin untuk memperluas investasi pada industri masa depan, termasuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan, dan pusat data. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan penggunaan komponen lokal.
Anindya turut mendorong peningkatan kapasitas pengusaha daerah dan pelaku usaha menengah agar dapat mengembangkan bisnis serta bersaing di pasar yang lebih luas. Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia juga masih menunjukkan ketahanan menghadapi gejolak global.
Anindya turut menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, Indonesia masih memiliki prospek positif dan menjadi salah satu bright spot dalam perekonomian dunia, sebagaimana disebut IMF.
Pernyataan itu disampaikan dalam taklimat Presiden Prabowo kepada sekitar 400 peserta P3MDI Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan 250 anggota Kadin dari seluruh Indonesia.
Kadin menegaskan komitmennya untuk memperkuat investasi domestik, mengembangkan industri masa depan, dan memperluas peran pengusaha lokal dalam pembangunan nasional.


















