IKLIM
2 menit membaca
Karhutla di empat provinsi berhasil dipadamkan, BNPB imbau warga waspada musim kemarau
Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas 16 hektare di empat provinsi, sementara upaya penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo masih terus berlanjut.
Karhutla di empat provinsi berhasil dipadamkan, BNPB imbau warga waspada musim kemarau
Siluet personel militer Indonesia, sedang memeriksa area kebakaran hutan di Kabupaten Ogan Ilir.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa tim penanggulangan gabungan berhasil memadamkan empat titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpisah dengan total luas mencapai 16 hektare yang tersebar di Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan.

Empat lokasi kebakaran tersebut masing-masing berada di Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Penanganan karhutla di empat daerah

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, menjelaskan bahwa titik api terbesar melalap lahan seluas 7 hektare di Sulawesi Selatan. Selain itu, kebakaran seluas 5 hektare juga terjadi di Jawa Tengah sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dipadamkan oleh tim darurat gabungan.

Di Jawa Barat, kebakaran padang rumput seluas 3 hektare di lereng Gunung Picung dinyatakan telah padam sepenuhnya usai operasi pemadaman intensif yang melibatkan personel BPBD, kepolisian, pemadam kebakaran, serta warga setempat. Sementara di Jawa Timur, api sempat membakar 1 hektare tutupan vegetasi pohon sono dan semak belukar di Gunung Jabung sebelum padam pada Selasa malam.

Di sisi lain, petugas masih terus berjibaku menangani karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Kebakaran yang terdeteksi sejak awal Agustus tersebut diperkirakan telah melalap area seluas 742 hektare.

Ancaman kesehatan dan potensi kerugian ekonomi

BNPB mengingatkan bahwa karhutla membawa dampak serius yang jauh melampaui kerusakan lingkungan fisik, termasuk menurunkan kualitas udara, mengancam kesehatan masyarakat, serta mengganggu stabilitas ekonomi dan aktivitas sosial warga di daerah terdampak.

Mengingat puncak musim kemarau masih berlangsung, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kemunculan titik api (hotspot) baru kepada petugas lokal agar dapat langsung ditangani secara cepat.

TerkaitTRT Indonesia - Kebakaran Bromo meluas, akses wisata ditutup dan pemadaman berlanjut
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi