BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Transaksi QRIS capai 12,55 miliar pada semester I 2026, dekati target tahunan Bank Indonesia
BI menilai peningkatan tersebut menegaskan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi nontunai melalui pemindaian kode QR menggunakan telepon pintar.
Transaksi QRIS capai 12,55 miliar pada semester I 2026, dekati target tahunan Bank Indonesia
Nilai transaksi QRIS hingga akhir Juni tercatat mencapai Rp600,69 triliun, naik 89,52 persen secara tahunan. / Dok. Bank Indonesia

Volume transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 12,55 miliar transaksi sepanjang Januari–Juni 2026, atau hampir tiga perempat dari target Bank Indonesia (BI) sebesar 17 miliar transaksi pada tahun ini. Capaian tersebut menunjukkan pesatnya pertumbuhan pembayaran digital di Indonesia.

Wakil Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan lonjakan penggunaan QRIS menunjukkan semakin kuatnya peran sistem pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat Prima Executive Gathering 2026 di Nusa Dua, Badung, Bali, pada Kamis (6/8).

“QRIS berfungsi sebagai pintu gerbang menuju ekonomi digital sekaligus sebagai pengubah permainan bagi ekonomi digital dan sektor keuangan nasional,” kata Filianingsih.

Menurut BI, jumlah transaksi QRIS pada semester pertama 2026 meningkat 100,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain volume transaksi, nilai transaksi QRIS hingga akhir Juni tercatat mencapai Rp600,69 triliun, naik 89,52 persen secara tahunan (year-on-year). BI menilai peningkatan tersebut menegaskan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi nontunai melalui pemindaian kode QR menggunakan telepon pintar.

Filianingsih mengatakan QRIS kini menjadi salah satu pendorong transformasi ekonomi dan sistem keuangan digital nasional. Hingga akhir Juni 2026, layanan tersebut telah digunakan sekitar 66 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant di seluruh Indonesia.

Bank Indonesia menargetkan jumlah pengguna QRIS meningkat menjadi 70 juta, sementara jumlah merchant ditargetkan mencapai 47 juta pada akhir 2026.

Sebagian besar merchant QRIS berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui satu kode QR, pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital, sehingga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

Filianingsih menambahkan interoperabilitas menjadi salah satu keunggulan utama QRIS karena satu kode dapat digunakan di berbagai aplikasi pembayaran. Saat ini, ekosistem QRIS didukung oleh 96 bank, 60 lembaga nonbank, serta empat penyedia layanan switching yang memperkuat sistem pembayaran nasional.

TerkaitTRT Indonesia - Bank Indonesia luncurkan QRIS lintas negara dengan China



SUMBER:TRT Indonesia