Jepang dan Indonesia memulai pembicaraan awal terkait kemungkinan pemindahan kapal perusak kelas Asagiri milik Angkatan Laut Pertahanan Diri Jepang (JMSDF), sebagai bagian dari penguatan kerja sama pertahanan kedua negara.
Diskusi tersebut berlangsung dalam pertemuan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi di Tokyo pada Jumat (5/6). Kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan teknis melalui kelompok kerja yang telah dibentuk sebelumnya.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan Jepang menyebut Menteri Koizumi mendorong penguatan kerja sama pertahanan di bawah kerangka Defence Cooperation Arrangement (DCA), yang sebelumnya ditandatangani saat kunjungan ke Indonesia pada Mei lalu.
“Kementerian Pertahanan Jepang dan Indonesia menyambut baik kemajuan dalam pembahasan yang dilakukan oleh kelompok kerja yang dibentuk pada pertemuan menteri pertahanan bulan Mei lalu di bawah kerangka kerja transfer peralatan dan teknologi pertahanan yang telah direvisi,” tulis pernyataan Kemhan Jepang.
Jepang juga mengungkapkan bahwa Menteri Pertahanan RI menyampaikan keinginan untuk merealisasikan kerja sama di sektor alutsista dan teknologi pertahanan, termasuk opsi transfer kapal perusak kelas Asagiri serta peralatan lainnya.
Kelas Asagiri merupakan salah satu kapal perusak tertua yang masih dioperasikan JMSDF sejak 1988. Tercatat delapan unit telah diproduksi, dengan satu di antaranya telah dipensiunkan. Kapal ini memiliki bobot sekitar 3.500 ton dengan panjang 137 meter, serta pernah berkunjung ke Indonesia pada awal 2023 dalam misi diplomatik.
Kedua negara sepakat memperdalam kerja sama melalui kelompok kerja yang mencakup pelatihan militer, pemeliharaan, serta dukungan keberlanjutan operasional alutsista. Pertukaran pandangan juga dilakukan terkait dinamika keamanan kawasan, termasuk situasi di Timur Tengah.













