BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Rupiah melemah ke level terendah, pemerintah siapkan intervensi pasar obligasi
Pelemahan mata uang Indonesia terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tingginya suku bunga Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik internasional.
Rupiah melemah ke level terendah, pemerintah siapkan intervensi pasar obligasi
Rupiah ditutup di level Rp17.529 per dollar AS pada perdagangan Selasa, melemah sekitar 0,66 persen dibanding hari sebelumnya. / Arsip AP

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mulai melakukan intervensi di pasar obligasi negara setelah pelemahan rupiah yang menembus level Rp17.500 terhadap dolar Amerika Serikat.

Langkah tersebut, menurut Purbaya, akan mulai dijalankan pada Rabu melalui instrumen stabilisasi yang dimiliki pemerintah, termasuk masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN).

“Kita akan mulai membantu besok mungkin dengan masuk ke bond market. Kita punya BSF, meski belum seluruhnya didanai, instrumen yang ada akan mulai diaktifkan besok,” ujar Purbaya dikutip oleh Antara.

Pemerintah berupaya menahan kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah agar tidak melonjak terlalu tajam di tengah tekanan pasar global dan pelemahan mata uang domestik.

Ia menjelaskan lonjakan yield yang berlebihan dapat memicu kerugian investasi atau capital loss bagi investor asing pemegang obligasi Indonesia, yang akan berpotensi memperbesar arus keluar modal dari pasar domestik.

Kondisi fiskal aman

Intervensi akan dilakukan melalui Bond Stabilization Fund (BSF) dengan memanfaatkan sumber pendanaan internal pemerintah. Skema tersebut juga dapat mencakup pembelian kembali obligasi di pasar sekunder.

Rupiah ditutup di level Rp17.529 per dolar AS pada perdagangan Selasa, melemah sekitar 0,66 persen dibanding hari sebelumnya. 

Pelemahan mata uang Indonesia terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tingginya suku bunga Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik internasional yang mendorong penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang Asia.

Purbaya menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam batas aman. Ia menyebut pemerintah telah melakukan simulasi dengan asumsi nilai tukar yang lebih tinggi dibanding target dalam APBN 2026.

Sebelumnya, pemerintah juga menyatakan akan mengandalkan cadangan kas dan saldo anggaran lebih (SAL) untuk menjaga stabilitas pasar obligasi, sementara mekanisme penuh BSF bersama special mission vehicle dan lembaga lain masih dalam tahap pengaktifan.

TerkaitTRT Indonesia - Rupiah melemah ke Rp17.503 per dolar AS di tengah ketegangan Selat Hormuz
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi