IKLIM
3 menit membaca
BNPB: Kualitas udara Kalimantan capai level berbahaya akibat karhutla
Kementerian Kesehatan memperingatkan asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik beracun yang dapat mengganggu kesehatan.
BNPB: Kualitas udara Kalimantan capai level berbahaya akibat karhutla
BNPB melaporkan 13 titik panas di Kalimantan Selatan dengan kualitas udara dari sedang hingga berbahaya. / Reuters

Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan beberapa daerah masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

BNPB melaporkan 13 titik panas di Kalimantan Selatan dengan kualitas udara dari sedang hingga berbahaya. Asap tebal membuat jarak pandang turun hingga kurang dari 3 kilometer. Masyarakat diminta menggunakan masker, terutama saat berada di luar ruangan.

“Kegiatan masyarakat tetap berjalan seperti biasa, namun kami mengimbau masyarakat untuk memakai masker, terutama saat berada di luar ruangan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan dalam pengarahannya.

Di Kalimantan Selatan, terdapat 61 titik api aktif yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Tim darat telah memadamkan kebakaran di lebih dari 29 hektare lahan. Operasi udara melibatkan dua helikopter untuk 65 sorti pemantauan dan lima pesawat water bombing yang melakukan 11 sorti dengan menjatuhkan 1,328 juta liter air. Lebih dari 60 hektare area berhasil dikendalikan.

Kementerian Kesehatan memperingatkan asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik beracun yang dapat mengganggu kesehatan.

Berikut rincian 10 wilayah dengan kadar udara berbahaya hingga sangat tidak sehat pada Rabu, 2 September 2026:

  • Kabupaten Katingan – Provinsi Kalimantan Tengah (ISPU: 1.919 | PM10)

  • Pontianak Tenggara (Kota Pontianak) – Provinsi Kalimantan Barat (ISPU: 699 | PM10)

  • Kabupaten Kotawaringin Timur – Provinsi Kalimantan Tengah (ISPU: 478 | PM10)

  • Kabupaten Kapuas – Provinsi Kalimantan Tengah (ISPU: 396 | PM10)

  • Kabupaten Gunung Mas – Provinsi Kalimantan Tengah (ISPU: 381 | PM2.5)

  • Kabupaten Murung Raya – Provinsi Kalimantan Tengah (ISPU: 322 | PM2.5)

  • Kabupaten Sintang (Baning Kota) – Provinsi Kalimantan Barat (ISPU: 284 | PM10)

  • Banjarbaru (Landasan Ulin) – Provinsi Kalimantan Selatan (ISPU: 263 | PM2.5)

  • Kabupaten Barito Selatan (Sanggu) – Provinsi Kalimantan Tengah (ISPU: 242 | PM2.5)

  • Pekanbaru (Tenayan Raya) – Provinsi Riau (ISPU: 215 | PM2.5)

Operasi modifikasi cuaca belum dapat dilakukan karena kondisi atmosfer tidak mendukung dan tidak tersedia awan untuk penyemaian. BNPB juga menggunakan kamera termal untuk menemukan titik api yang masih menyala.

BNPB menyebut tiga helikopter juga digunakan untuk patroli guna menemukan titik api baru maupun kebakaran yang belum padam. Satu operasi penyemaian awan menggunakan 1.600 kilogram natrium klorida (NaCl) telah dilakukan.

Kementerian Kesehatan mencatat 50.891 kasus ISPA selama Juli-Agustus, termasuk 451 kasus baru pada 1 September. Dari total tersebut, 12.600 kasus terjadi pada anak di bawah lima tahun dan 38.291 pada kelompok usia lima tahun ke atas.

Selain ISPA, paparan asap juga dapat memperburuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis serta meningkatkan risiko iritasi mata dan kulit. Pasien dengan penyakit jantung, stroke, dan hipertensi juga diminta menghindari paparan asap.

TerkaitTRT Indonesia - Kabut asap karhutla pekat, 3,4 juta warga terancam ISPA


SUMBER:TRT Indonesia & Agensi