Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmen kuatnya dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina, sekaligus mengecam keras perluasan permukiman ilegal yang terus dilakukan Israel di wilayah Palestina.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta melalui akun media sosial X miliknya pada Sabtu (29/8), usai menghadiri Sidang Luar Biasa ke-23 Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Kerja Sama Islam (Organisation of Islamic Cooperation/OKI) di Jeddah, Arab Saudi.
"Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan mengutuk ekspansi permukiman ilegal Israel di tanah Palestina," tulis Anis.
Dalam forum tingkat menteri tersebut, Indonesia mendesak OKI untuk mengambil langkah-langkah konkret guna meminta pertanggungjawaban Israel atas berbagai kejahatan kemanusiaan yang menimpa warga Palestina. Selain itu, Indonesia secara tegas menyerukan agar aksi kekerasan yang dilakukan para pemukim ilegal Israel ditetapkan sebagai aksi terorisme.
"Indonesia mendesak OKI untuk mengambil langkah nyata dalam menuntut pertanggungjawaban Israel atas kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan, serta menyerukan OKI mengategorikan kekerasan oleh pemukim ilegal Israel sebagai tindakan terorisme," lanjutnya.
Selain membahas eskalasi isu Palestina, Wamenlu RI turut menyampaikan ucapan selamat kepada diplomat asal Mauritania, Ismail Ould Cheikh Ahmed, yang terpilih sebagai Sekretaris Jenderal OKI periode 2026–2031. Anis memastikan Indonesia siap mendukung kepemimpinan Sekjen OKI yang baru demi memperjuangkan kepentingan bersama negara anggota dan memajukan kesejahteraan umat Islam global.























