Pemerintah Indonesia menyambut kembali diaktifkannya Grup Persahabatan Parlemen Kanada-Indonesia (CIPFG), yang dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor.
Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, mengatakan reaktivasi forum tersebut menjadi pijakan penting dalam membangun kemitraan yang lebih kuat dan berorientasi jangka panjang.
“Grup persahabatan parlemen memiliki peran penting dalam membangun kemitraan yang tidak hanya kuat, tetapi juga berorientasi ke masa depan,” ujar Muhsin dalam keterangan resmi KBRI Ottawa, Rabu.
CIPFG pertama kali dibentuk pada 2009, namun sempat vakum sejak 2022. Kebangkitannya kini dipandang sebagai upaya memperkuat kesinambungan hubungan antarparlemen, sekaligus melengkapi mekanisme kerja sama yang telah dimiliki DPR RI.
Muhsin menegaskan, forum tersebut menjadi platform penting untuk menjaga intensitas dialog politik, terutama di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang.
Reaktivasi CIPFG juga disebut sebagai hasil pendekatan proaktif KBRI Ottawa terhadap anggota parlemen Kanada, baik di DPR maupun Senat, guna mendorong dukungan terhadap kemitraan strategis dengan Indonesia.
Ke depan, forum ini diharapkan mempercepat implementasi kerja sama di bidang ekonomi, pertahanan, politik, hingga hubungan antarmasyarakat.
Fokus tersebut, menurut Muhsin, sejalan dengan arah yang telah disepakati Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam pertemuan bilateral pada September 2025.
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah percepatan ratifikasi Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA), yang diharapkan segera rampung di kedua negara.
Reaktivasi CIPFG dilakukan dalam pertemuan di Parliament Hill pada Senin (4/5), yang dihadiri anggota lintas partai dari kedua majelis parlemen Kanada.
Dalam pertemuan tersebut, terpilih dua ketua bersama, yakni Clement Gignac dari Senat Kanada dan Sameer Zuberi dari DPR Kanada, yang akan memimpin forum selama dua tahun ke depan.
Keduanya menekankan pentingnya peran CIPFG dalam memperkuat hubungan dengan Indonesia, yang dinilai sebagai salah satu aktor kunci di kawasan Indo-Pasifik.












