Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/6). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar.
Kedatangan Sheikh Saoud disambut langsung oleh Presiden Prabowo dalam suasana hangat dan penuh persahabatan. Dalam pertemuan itu, Sheikh Saoud menyampaikan pesan khusus dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, kepada Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menyambut baik pesan yang disampaikan Emir Qatar dan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral dengan negara Teluk tersebut.
Kedua pihak juga membahas sejumlah isu terkait tindak lanjut kerja sama yang telah disepakati kedua negara di berbagai sektor strategis.
Perkuat kerja sama strategis
Sebelumnya, pada April 2025, Presiden Prabowo dan Emir Qatar menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Dialog Strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Qatar.
Dialog strategis tersebut bertujuan mendorong kerja sama yang lebih intensif di berbagai bidang, mulai dari isu politik internasional dan regional, pertahanan dan keamanan, kontra-terorisme, ekonomi khususnya perdagangan dan investasi, hingga pertukaran budaya serta penguatan hubungan antarmasyarakat.
Selain membahas hubungan bilateral, pertemuan itu juga mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan kemitraan yang telah terjalin selama ini. Diskusi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan semangat saling menghormati.
Berdasarkan keterangan Anadolu Agency (AA), kunjungan Sheikh Saoud ke Indonesia juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kedua negara, termasuk kerja sama di bidang politik, pertahanan dan keamanan, kontra-terorisme, ekonomi, pertukaran budaya, serta hubungan antarmasyarakat.
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Indonesia dan Qatar dalam memperkokoh kemitraan strategis yang diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas dan kemakmuran kawasan.







