Penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional terus dilakukan melalui peningkatan peran industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok komponen kendaraan berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengembangan industri kendaraan listrik tidak boleh hanya bergantung pada investasi berskala besar, tetapi juga harus membuka peluang lebih luas bagi pelaku IKM untuk menjadi bagian dari rantai pasok nasional.
"Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan produsen kendaraan listrik agar semakin banyak produk dan komponen lokal terserap dalam proses produksi kendaraan listrik di Indonesia," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pertumbuhan industri kendaraan listrik yang pesat perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok domestik guna mendukung peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) mempertemukan pemegang merek kendaraan listrik dengan pelaku IKM komponen otomotif melalui kegiatan business matching.
Kegiatan itu melibatkan produsen kendaraan listrik roda dua, roda tiga, roda empat, bus listrik, hingga truk listrik. Melalui forum tersebut, pelaku IKM dapat memahami kebutuhan industri, standar kualitas yang dibutuhkan, serta peluang pengembangan produk sesuai permintaan pasar kendaraan listrik.
Agus menegaskan kolaborasi antara industri besar dan IKM menjadi faktor penting dalam membangun industri kendaraan listrik yang kuat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menilai pesatnya perkembangan kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang besar bagi IKM komponen otomotif untuk memperluas kapasitas usaha dan pasar.
"Pertumbuhan industri kendaraan listrik harus dapat dimanfaatkan oleh IKM nasional. Karena itu, Ditjen IKMA memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku IKM dan pemegang merek kendaraan listrik untuk menciptakan peluang kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan," ujarnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan listrik berbasis baterai mencapai 33.150 unit pada kuartal pertama 2026, meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah bus listrik tercatat mencapai 798 unit hingga April 2026, sedangkan populasi sepeda motor listrik mencapai 236.451 unit pada Februari 2026 atau sekitar 65 persen dari total kendaraan listrik di Indonesia.
Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh perluasan infrastruktur pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia.












