Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mulai dilanda dampak ganda akibat memasuki musim kemarau. Wilayah tersebut kini harus berhadapan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus krisis pasokan air bersih bagi warga.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah menerjunkan tim gabungan untuk mengatasi dua kondisi darurat ini sejak akhir pekan lalu.
Peristiwa pertama yang ditangani adalah kebakaran lahan seluas tiga hektare di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, pada Sabtu (20/6) sore sekitar pukul 15.45 WIB. Menurut hasil kaji cepat di lapangan, api diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran sampah warga yang kemudian menjalar ke rumput kering akibat embusan angin kencang. Beruntung, tim gabungan segera berhasil memadamkan kobaran api.
Merespons insiden ini, BPBD Kabupaten Klaten mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah secara terbuka di dekat area vegetasi kering selama cuaca terik demi mencegah kebakaran yang lebih luas.
Krisis air bersih di lereng Gunung Merapi
Pada hari yang sama, penanganan darurat juga terfokus pada krisis air bersih yang melanda kawasan lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Kemalang. Sebagai langkah cepat, BPBD Klaten mendistribusikan sedikitnya 60.000 liter air bersih atau setara dengan 12 truk tangki untuk warga setempat.
Intervensi ini dilakukan setelah debit air pada sejumlah sumber mata air andalan warga menurun drastis, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan domestik harian mereka. Kecamatan Kemalang sendiri secara geografis memang menjadi salah satu wilayah langganan kekeringan di Klaten setiap kali musim kemarau tiba.
Menyikapi situasi di Jawa Tengah, BNPB meminta seluruh pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Terlebih, puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan baru akan terjadi pada Agustus hingga September mendatang. Pemda diimbau untuk memperkuat manajemen cadangan air serta memperketat pengawasan di titik-titik yang rawan memicu kebakaran lahan.












