Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa Beijing telah sepakat untuk tidak memasok senjata ke Iran, sembari berjanji akan membuka kembali Selat Hormuz secara permanen.
“China sangat senang karena saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka juga—dan untuk dunia. Situasi seperti ini tidak akan terjadi lagi,” tulis Trump pada Rabu melalui platform Truth Social miliknya.
Trump menyebut China telah “setuju untuk tidak mengirim senjata ke Iran”, seraya menambahkan bahwa “Presiden Xi Jinping akan memeluk saya dengan hangat saat saya tiba dalam beberapa minggu ke depan.”
Pernyataan itu disampaikan menjelang kunjungan Trump ke Beijing pada 14–15 Mei untuk bertemu Presiden Xi Jinping, yang akan menjadi kunjungan pertamanya ke China dalam masa jabatan keduanya.
“Kami bekerja sama dengan cerdas, dan sangat baik! Bukankah itu lebih baik daripada berperang? Tapi ingat, kami juga sangat ahli dalam berperang jika diperlukan—jauh lebih baik dari siapa pun,” ujarnya.
Kesepakatan bergantung pada isu nuklir
Trump juga menegaskan tidak akan ada kesepakatan damai jika Iran tetap mengejar senjata nuklir, meski ia menyebut perang tersebut “bisa segera berakhir.”
“Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox Business. “Jika mereka tetap menginginkannya, tidak akan ada kesepakatan.”
“Semua ini pada dasarnya soal nuklir—mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” lanjutnya, sembari menambahkan bahwa Iran telah “terpukul sangat keras.”
“Kami bisa menghancurkan seluruh jembatan mereka dalam satu jam. Kami bisa melumpuhkan semua pembangkit listrik mereka dalam satu jam. Tapi kami tidak ingin melakukan itu,” katanya, menambahkan: “Kita lihat saja nanti.”
Mengulang klaimnya bahwa Iran merupakan ancaman, Trump menyebut Teheran “berupaya menguasai Timur Tengah, dan kami menghentikannya,” serta menuding Iran akan menggunakan senjata nuklir jika memilikinya.
Ia juga menambahkan bahwa “mereka sangat ingin mencapai kesepakatan.”
Gencatan senjata masih bertahan
Pembicaraan untuk mengakhiri secara permanen perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari digelar di ibu kota Pakistan, Islamabad, akhir pekan lalu, namun belum menghasilkan kesepakatan. Upaya untuk menggelar putaran lanjutan masih berlangsung.
Pakistan pada 8 April memediasi gencatan senjata selama dua pekan yang hingga kini masih bertahan.
Presiden AS itu juga menyebut bahwa dalam perang melawan Iran, “kami tidak mendapat bantuan sama sekali dari NATO.”
“Artinya, jika mereka tidak membantu kami di sini, mereka juga tidak akan membantu kami ke depan. Jadi mengapa kami harus terus mengeluarkan ratusan miliar dolar setiap tahun untuk NATO jika mereka tidak bersama kami?” ujarnya.
Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki “hubungan yang sama” dengan negara mana pun dan bahwa pihak lain “menolak membantu dalam situasi Iran ini.”






