DUNIA
2 menit membaca
Festival Asia Afrika 2026 di Bandung suarakan dukungan penuh untuk Palestina
Peringatan KAA ke-71 di Bandung menghadirkan sesi khusus untuk menggaungkan isu kemerdekaan Palestina, mempertegas kembali solidaritas dan semangat Dasasila Bandung 1955.
Festival Asia Afrika 2026 di Bandung suarakan dukungan penuh untuk Palestina
Peserta Asia Africa Festival 2026 membawa poster dukungan Palestina di Jalan Braga Bandung. Foto: UlasBandung.com

Festival Asia Afrika (FAA) 2026 yang tengah berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat, menggelar sesi khusus yang secara lantang menyoroti isu kemerdekaan Palestina. Langkah ini menegaskan kembali komitmen solidaritas negara-negara berkembang yang telah diinisiasi sejak puluhan tahun silam.

Karnaval budaya tahunan ini resmi dibuka di Kota Kembang sejak Sabtu (11/7) guna memperingati hari jadi Konferensi Asia Afrika (KAA) yang ke-71, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Antara.

Dalam rangkaian acara tersebut, panitia penyelenggara menggelar sebuah forum khusus yang menghadirkan perwakilan dari Palestina. Di hadapan para duta besar dan mahasiswa yang hadir, delegasi Palestina tersebut menyampaikan pidato mengenai kondisi terkini serta perjuangan panjang rakyat mereka.

Sesi khusus ini turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, serta delegasi dari 26 negara sahabat, termasuk sejumlah duta besar, pejabat tinggi negara, dan kalangan akademisi.

Festival tahun ini tampil beda dengan menyajikan berbagai program baru yang lebih interaktif, mulai dari gelar wicara (talk show), pameran kebudayaan, hingga sesi diskusi khusus yang mendedikasikan perhatian penuh pada isu kemerdekaan Palestina.

Merawat Semangat Solidaritas 1955

Peringatan bersejarah ini terus dioptimalkan sebagai platform utama untuk mempromosikan nilai-nilai kemerdekaan, perdamaian dunia, dan solidaritas antarbangsa—nilai-nilai fundamental yang menjadi ruh KAA sejak pertama kali dideklarasikan di Gedung Merdeka pada tahun 1955.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa prinsip-prinsip yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa dalam Dasasila Bandung 1955 masih sangat relevan dengan dinamika geopolitik global saat ini.

"Nilai-nilai yang lahir dari Konferensi 1955 tidak boleh pudar. Nilai tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda serta disuarakan secara konsisten kepada komunitas internasional," ujar Iskandar.

Bagi Indonesia, isu Palestina memiliki kedekatan historis yang sangat kuat dengan KAA. Dari seluruh negara peserta konferensi tahun 1955 silam, Palestina menjadi satu-satunya entitas yang hingga hari ini belum merasakan kemerdekaan penuh, menjadikan momentum FAA 2026 sebagai pengingat penting bagi dunia luar bahwa misi Bandung belum sepenuhnya usai.

TerkaitTRT Indonesia - Kemlu siapkan revitalisasi museum Konferensi Asia-Afrika, fokus pada digitalisasi arsip
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi