Delapan warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas akibat serangan Israel, di tengah pelanggaran berkelanjutan terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober lalu, kata petugas medis.
Petugas medis pada hari Minggu mengatakan tembakan Israel yang diarahkan ke sebuah kemah di sisi timur kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah menewaskan Tala Abu Mata yang berusia 9 tahun.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa empat warga Palestina tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah bengkel di distrik Sabra, di selatan Kota Gaza.
Organisasi itu menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa jenazah para korban hancur berkeping-keping dalam serangan tersebut, yang juga melukai seorang Palestina ketiga.
Saksi mengatakan sebuah drone Israel menembakkan setidaknya tiga rudal ke sebuah bangunan tempat bengkel itu berada di lingkungan Al-Rayes di distrik tersebut.
Seorang pria Palestina juga meninggal akibat luka yang dideritanya dari tembakan Israel pada hari Jumat di sebelah timur kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, tambah sumber itu.
Seorang warga Palestina lainnya meninggal karena luka-luka dari serangan drone Israel di sebelah timur Khan Younis di Gaza selatan.
Sementara itu, tentara Israel terus meruntuhkan rumah-rumah dan bangunan Palestina di wilayah yang berada di bawah kendalinya di selatan Khan Younis dan timur Kota Gaza, menurut saksi.
Saksi mengatakan terdengar ledakan keras dari operasi pembongkaran di Khan Younis dan Kota Gaza, namun tidak dilaporkan adanya korban luka.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel telah menewaskan sedikitnya 1.098 warga Palestina dan melukai 3.535 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Genosida Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya sejak Oktober 2023, yang juga menyebabkan kehancuran luas yang mempengaruhi sekitar 90 persen infrastruktur sipil.




















