Pihak berwenang setempat tengah melakukan operasi pencarian intensif terhadap sebuah helikopter yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kalimantan Barat pada Kamis pagi (16/4).
Pesawat jenis helikopter dengan registrasi PK-CFX itu diketahui membawa delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang. Informasi awal mengenai insiden tersebut diterima oleh Kantor SAR Pontianak dari pihak AirNav pada pukul 10.40 WIB.
Komunikasi dengan helikopter dilaporkan terputus lebih awal, sekitar pukul 08.39 WIB saat pesawat berada di sekitar Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, membenarkan laporan tersebut. “Benar, kami menerima informasi terkait hilangnya kontak helikopter PK-CFX di wilayah Sekadau,” ujarnya.
Helikopter yang dioperasikan oleh perusahaan lokal PT Matthew Air Nusantara itu lepas landas dari wilayah Melawi dengan tujuan Kubu Raya, masih dalam provinsi yang sama. Namun, di tengah perjalanan, pesawat diduga mengalami gangguan sebelum akhirnya menghilang dari radar.
Sebanyak sekitar 20 personel SAR telah dikerahkan untuk menyisir area sekitar lokasi terakhir yang terdeteksi. Upaya pencarian juga diperkuat dengan dukungan helikopter militer dari Angkatan Udara guna memperluas jangkauan pemantauan dari udara.
Hingga kini, kondisi para penumpang dan kru belum diketahui, sementara operasi pencarian terus berlangsung di medan yang relatif terpencil.
Sebagai negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara, negara kita sangat bergantung pada transportasi udara untuk menghubungkan ribuan pulau, dengan banyaknya kecelakaan fatal mengungkapkan tingginya tantangan keselamatan di sektor penerbangan di Indonesia.












