ASIA
2 menit membaca
Gempa M6,2 guncang Halmahera Barat, BMKG pastikan tak berpotensi tsunami
Pemantauan BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan setelah peristiwa utama tersebut. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut.
Gempa M6,2 guncang Halmahera Barat, BMKG pastikan tak berpotensi tsunami
Hasil pemutakhiran data menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 1,93 derajat Lintang Utara dan 127,42 derajat Bujur Timur. / BMKG

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Jumat pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami.

Dalam keterangan resminya, BMKG melaporkan gempa terjadi pada pukul 09.31 WIB. Hasil pemutakhiran data menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 1,93 derajat Lintang Utara dan 127,42 derajat Bujur Timur, sekitar 56 kilometer barat daya Pulau Doi, Halmahera Barat, dengan kedalaman 104 kilometer.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata BMKG.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk kategori gempa menengah yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Maluku.

Menurut hasil analisis mekanisme sumber, pergerakan patahan yang memicu gempa memiliki karakter geser naik atau oblique thrust fault.

Getaran dirasakan di sejumlah wilayah di Maluku Utara hingga Sulawesi. Di Halmahera Utara, intensitas gempa tercatat pada level III-IV MMI, yang umumnya dirasakan banyak orang di dalam bangunan dan sebagian masyarakat di luar ruangan. 

Sementara itu, wilayah Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai mengalami guncangan dengan intensitas III MMI. Warga melaporkan getaran terasa jelas di dalam rumah, menyerupai kendaraan berat yang melintas.

Di Manado, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango, BMKG mencatat intensitas II-III MMI dengan getaran yang masih dapat dirasakan masyarakat di dalam bangunan.

Hingga pukul 09.50 WIB, pemantauan BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan setelah peristiwa utama tersebut. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut.

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling aktif secara seismik di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur pertemuan lempeng tektonik yang membentang dari Jepang, Asia Tenggara, hingga wilayah Samudra Pasifik dan kerap memicu gempa bumi maupun aktivitas vulkanik.

TerkaitTRT Indonesia - Gempa M5,5 guncang perairan Kepulauan Sangihe, BMKG: tidak ada potensi tsunami

SUMBER:TRT Indonesia