KONFLIK ISRAEL-IRAN
2 menit membaca
AS dan Iran bahas gencatan senjata 45 hari saat mediator dorong kesepakatan sebelum tenggat: laporan
AS dan Iran dilaporkan terlibat dalam pembicaraan untuk gencatan senjata selama 45 hari guna mencegah eskalasi lebih lanjut, dengan mediator menyoroti akses Selat Hormuz dan cadangan uranium, menurut media AS.
AS dan Iran bahas gencatan senjata 45 hari saat mediator dorong kesepakatan sebelum tenggat: laporan
AS, Iran, dan mediator regional dilaporkan sedang membahas kemungkinan gencatan senjata 45 hari (Arsip) / AP
13 jam yang lalu

AS, Iran, dan sekelompok mediator regional telah membahas persyaratan untuk kemungkinan gencatan senjata 45 hari yang dapat membuka jalan bagi akhir permanen perang, menurut Axios.

Meski laporan menyebut peluang tercapainya kesepakatan parsial dalam 48 jam ke depan kecil, upaya ini tetap menjadi satu-satunya kesempatan untuk mencegah eskalasi dramatis.

Hal ini mencakup kemungkinan serangan besar terhadap infrastruktur sipil Iran dan balasan terhadap fasilitas energi serta air di negara-negara Teluk.

Sebelumnya, Presiden Trump memperpanjang tenggat waktu selama 20 jam, menetapkan tenggat baru pada Selasa pukul 20.00 EST.

Trump mengatakan kepada Axios bahwa AS "sedang dalam negosiasi mendalam" dan kesepakatan masih bisa dicapai.

"Ada peluang yang baik, tapi jika mereka tidak membuat kesepakatan, saya akan menghancurkan semuanya di sana," ujarnya.

Proposal dua tahap

Negosiasi dilaporkan berlangsung melalui mediator Pakistan, Mesir, dan Turki, serta pesan langsung antara utusan Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Kesepakatan dua tahap yang diusulkan mencakup gencatan senjata selama 45 hari, diikuti dengan akhir permanen perang.

Mediator meyakini pembukaan kembali Selat Hormuz dan penyelesaian masalah uranium yang diperkaya tinggi di Iran hanya bisa dicapai melalui kesepakatan akhir.

Pihak Iran menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan "situasi Gaza atau Lebanon" di mana gencatan senjata hanya ada di atas kertas.

Sementara itu, Angkatan Laut IRGC mempertahankan sikap tegas, menyatakan bahwa situasi di Selat Hormuz "tidak akan pernah kembali" seperti sebelum perang.

Mediator menekankan kepada pejabat Iran bahwa tidak ada waktu untuk taktik tambahan, karena 48 jam ke depan menjadi kesempatan terakhir untuk mencegah kerusakan besar.

SUMBER:TRT World & Agencies