PERANG GAZA
2 menit membaca
Malaysia akan gugat Israel atas perlakuan buruk terhadap aktivis GSF di mahkamah internasional
Kuala Lumpur menyatakan akan mengambil tindakan hukum di Mahkamah Internasional atas dugaan penculikan dan penyiksaan aktivis selama intervensi Israel terhadap konvoi bantuan Global Sumud di perairan internasional.
Malaysia akan gugat Israel atas perlakuan buruk terhadap aktivis GSF di mahkamah internasional
Aktivis yang berada di kapal Flotila Global Sumud dan ditahan oleh otoritas Israel, setibanya di Tangerang, Indonesia, 24 Mei 2026. / AP

Pemerintah Malaysia siap membawa Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) atas dugaan penculikan dan penyiksaan aktivis dari armada bantuan kemanusiaan Global Sumud yang menuju Gaza, demikian dilaporkan media lokal pada Senin (25/05).

Amirudin Shari, Menteri Besar negara bagian Selangor, mengatakan Kuala Lumpur akan memulai proses hukum segera setelah para pengacara menyelesaikan pengumpulan informasi dan bukti pendukung, lapor Malay Mail.

Lebih dari 400 aktivis internasional yang berada di armada tersebut, yang bertujuan mematahkan blokade laut Israel terhadap Gaza untuk mengirimkan bantuan, diserang dan ditahan oleh pasukan Israel pekan lalu di perairan internasional.

“Kami tidak akan diam, kami tidak akan berhenti. Sementara tim hukum mengumpulkan semua dokumentasi pelanggaran hukum internasional, mereka (peserta flotila) diculik lebih dari sekali, mereka disiksa,” kata Amirudin saat berbicara pada upacara penyambutan Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

TerkaitTRT Indonesia - Aktivis flotilla Gaza Australia menceritakan kembali penyiksaan dan pelecehan seksual saat ditahan di Israel

“Kami akan membawa ini ke pengadilan internasional, kami akan melanjutkan tekanan diplomatik, dan kami juga akan berkeliling Malaysia,” tambahnya.

Amirudin mengatakan tindakan hukum itu menyusul dugaan tindakan kekejaman, termasuk penculikan dan penyiksaan yang melibatkan aktivis flotila, khususnya peserta asal Malaysia.

Dia menambahkan bahwa langkah ini akan diikuti dengan tekanan diplomatik berkelanjutan oleh pemerintah untuk menuntut 'pembebasan penuh' Gaza.

Amirudin mengatakan bahwa meskipun misi GSF 2.0 telah selesai, komitmen Malaysia dan Selangor terhadap perjuangan Palestina akan tetap berlanjut.

Ada rencana untuk membawa konferensi internasional terkait Palestina ke Malaysia di masa depan guna memperkuat upaya advokasi, ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Sumud 3.0 akan melanjutkan perjuangan sampai blokade terhadap Gaza dicabut.

TerkaitTRT Indonesia - WNI peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 alami trauma usai ditahan militer Israel
SUMBER:TRT World & Agencies